Yang Tolak Pasien BPJS, Bisa Dipidana

bogorOnline.com-

Sejumlah polemik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih marak di tengah-tengah masyarakat. Terutama terkait penolakan dari pihak rumah sakit kepada pasien peserta BPJS. Selain itu, besarnya defisit antara anggaran pembayaran klaim dibandingkan dengan premi yang didapatkan.

Menanggapi perihal tersebut anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Nurmansyah E Tanjung mengatakan defisit BPJS Kesehatan sebenarnya sudah dianggarkan melalui APBN. Anggaran tersebut kata dia, telah disiapkan dan sudah diputuskan melalui UU APBN 2018.

Sebab menurutnya, defisit tersebut antara pembayaran premi dengan pembayaran klaim oleh BPJS lebih besar pembayaran klaim. Sehingga idealnya antara premi yang didapatkan dengan klaim yang dibayarkan berimbang atau lebih kecil klaimnya.

“BPJS masih baru, kurang lebih tiga tahun. Sehingga masih disubsidi dan disuntik oleh APBN. Karena memang hak untuk mendapatkan kesehatan itu adalah hak setiap warga negara,” katanya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group) usai memberikan sosialisasi kepada Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor di Kantor Dewan Pengurus IPSM, jumát (10/11/17).

Nurmansyah yang juga wakil rakyat dari Dapil V Jawa Barat Kabupaten Bogor ini menjelaskan, terkait penolakan pasien BPJS di rumah sakit akan segera ditindaklanjuti dengan membicarakannya bersama BPJS.

Namun, dia bisa memastikan bahwa sanksi yang didapatkan oleh pihak rumah sakit jika menolak pasien bisa terjerat hukum pidana

“UUD telah mengamanatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama mendapatkan pelayanan kesehatan,” sambungnya.

Namun menurutnya, masyarakat masih banyak yang belum memahami bahwa sebelum masuk ke rumah sakit harus melalui rujukan puskesmas agar memudahkannya ke rumah sakit.

“Sebenarnya rumah sakit bukan menolak pasien BPJS, hanya kadang ada keterbatasan kamar dan segala macamnya. Mereka (rumah sakit) wajib untuk menerima pasien.

Kadang masyarakat banyak yang tidak paham, sebelum masuk ke sana harus ke puskesmas dulu untuk mendapat rujukan” paparnya.(rul)

Sumber: http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2017/11/11/tolak-pasien-bpjs-bisa-dipidana/2/

Comments