YATIM PENDERITA KANKER KELENJAR GETAH BENING BUTUH PERHATIAN PEMKAB BOGOR

PARUNGPANJANG – Penyakit kanker tidak memandang usia, bisa menyerang siapa saja, tidak peduli masih muda ataupun sudah tua. Salah satunya adalah Asmariah yang akrab disapa Riah (21) warga Kampung Gintung RT 15 RW 05 Desa Gintung Cilejet Kecamatan Parungpanjang yang menderita kanker kelenjar getah bening stadium awal. Riah mengaku tidak tahu pasti kapan dirinya mulai terserang penyakit ganas ini.

Awalnya, dia hanya mulai merasakan sakit yang tidak tertahan itu sejak dua bulan silam. Dia lalu memeriksakan diri ke dokter hingga kemudian didiagnosa menderita kanker kelenjar getah bening di rumah sakit umum Adji Darmo Rangkasbitung, Lebak Banten. “Saat pertama kali periksa ke dokter, saya langsung divonis mengidap kanker kelenjar getah bening. Itu kejadiannya dua bulan lalu,” ujar Riah kepada sejumlah wartawan, Kamis (16/11/2017).

Dia menambahkan, menurut diagnosa medis yang di dapatnya sekarang, persentase kesembuhan kanker yang dideritanya hanya 30 persen. Riah mengaku hanya bisa pasrah, meski terus berikhtiar untuk berobat.,” ujarnya Lirih. Riah sendiri sudah yatim, karena ayahnya sudah meninggal dunia tiga tahun silam.

Sementara ibu kandungnya hanya seorang buruh pembantu rumah tangga. Riah mengaku tidak memiliki sanak saudara di Bogor. Lantaran dirinya ingin mencari pengobatan buat penyakit yang dialaminya. Namun hanya bisa melakukan pengobatan alternatif. Dirinya merasa capek sudah lama berobat secara medis tapi belum juga ada kesembuhan. Makanya Riah mencoba pergi ke pengobatan alternatif, mulai dari Bogor hingga ke daerah lain. “Saya mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bogor mau peduli akan nasib saya.” pungkasnya. (Mul)

 

Comments