Rerouting Angkot Dimulai, Dishub Aktifkan Empat Koridor Trans Pakuan

bogorOnline.com
Terhitung sejak Rabu 27 Desember 2017, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, akhirnya merealisasikan implementasi SK Walikota Bogor tentang jaringan trayek tahun 2017 terkait program re-routing angkot.
Sebanyak 4 Trans Pakuan Koridor (TPK) diaktifkan, diantaranya, TPK 2 jurusan Bubulak – Ciawi – Baranangsiang, TPK 3 jurusan Bubulak – Sukasari – Ciawi, TPK 4 jurusan Ciawi – Ciluar – Ciparigi/ Villa Bogor Indah, dan TPK 5 Ciparigi/ Villa Bogor Indah – Simpang Talang – Air Mancur – SSA – Terminal Merdeka.
“Jadi saat ini sudah aktif operasional 4 TPK pada program re-rouring  dg ciri  warna pada angkot di masing masing TPK,. Termasuk beberapa trayek feeder” ungkap Sekretaris Dishub Kota Bogor, Agus Suprapto.
Ia menjelaskan, untuk perubahan warna pada angkot diantaranya, pada TPK 2 jurusan Bubulak – Baranangsiang – Ciawi dengan bemper depan dan belakang di cat warna hitam. TPK 3 jurusan Bubulak – Sukasari – Ciawi dengan bemper depan dan belakang di cat warna merah. TPK 4 jalur Ciawi – Ciluar – Ciparigi/ Villa Bogor Indah pada body kendaraan diatas lampu kendaraan depan dan belakang di cat warna putih. Sedangkan pada TPK 5 jurusan Ciparigi/ Villa Bogor Indah – Simpang Talang – Air Mancur – SSA-Terminal Merdeka dengan bemper depan belakang di cat warna hijau toska.
Untuk TPK 1 yang selama ini di operasionalkan oleh PDJT dan TPK 7 jurusan Belanova, tidak terpengaruh dengan diaktifkannya rerouting angkot ini. Jadi yang diterapkan itu merupakan embrio angkot di TPK 2, 3, 4, 5 saja. Selama 2 hari memang belum secara utuh dan optimal realisasi program rerouting angkot, kondisi di lapangan masih dinamis.
“Kondisi dilapangan TPK yang diaktifkan sudah berjalan sesuai jurusannya. Kalaupun ada yang belum aktif, karena masih belum optimal kordinasi antar supir dan leader dari masing masing TPK,” jelas Agus didampingi Kasi Angkutan Ari Priyono.
Program konversi pada TPK 2 dan 3 di konversi angkot 3 banding 1, untuk TPK 4 dan 5 mengadop konversi 3 banding 2 dengan jenis angkot ber-AC. Pada feeder yang diperpanjang diluar TPK diantaranya? trayek 01 dengan jurusan Cipinang Gading – Merdeka – Yasmin. Trayek 07 jurusan Ciparigi – Warung Jambu – RE Martadinata – Cilendek – Terminal Bubulak, dan Trayek 06 jurusan Baranangsiang Indah – Ciheleut – Warung Jambu – Ciparigi. Jadi jumlah 14 trayek tetap, 8 trayel pecahan, 5 trayek baru dan  3 trayel diperpanjang.
“Jadi jumlah angkot tetap karena untuk saat ini tidak terkena konversi dengan jumlah 3412 pada 5 kolidor dan 30 feeder. Yang difokuskan saat ini adalah 6 trayek tetapi dalam perjalanan di lapangan ada pecahan trayek diantaranya trayek 16 menjadi 2 jurusan,” bebernya.
Terkait kendala di lapangan, yang terjadi dan terus di awasi ketika melakukan pengarahan di hari pertama di hari kedua supir berganti dan tidak faham soal pengarahan dari pengurus jalur maupun rute angkutan. Artinya sosialisasi belum efisien mengena kepada seluruh supir yang jumlahnya sampai 9000.
“Kita terus laksanakan realisasi program ini, dan untuk tahap awal memang masih banyak yang kita evaluasi di lapangan. Kami berharap masyarakat mengetahui bahwa saat ini sudah dijalankan program re-routing angkot tersebut,” tandasnya.
Agus menambahkan, untuk tarif ada ketentuan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).
“Pergitungannya dengan tata cara stuktur perhitungan tarif, sehingga ketemu angka untuk tarif dari masing masing trayek,” pungkasnya. (Rky)