Dukung Perhelatan Asian Games 2018, GOR Pajajaran Direhab

bogorOnline.com
Rehabilitasi Stadion Pajajaran mulai dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Rencananya proyek yang menelan biaya Rp3 Miliar yang bersumber dari APBN itu ditarget rampung pada Mei 2018.
Diketahui, pembangunan tersebut dilaksanakan sebagai upaya pemerintah menyediakan sarana pendukung perhelatan Asian Games 2018.
“Bangku pemain, kamar mandi, ruang ganti, tribun, lampu, dan rumput lapangan, serta spliner otomatis untuk menyiram rumput merupakan item yang masuk ke dalam program rehabilitasi stadion oleh Kementerian PUPR,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Eko Prabowo kepada wartawan, Rabu (3/1/18).
Eko mengatakan, Stadion Pajajaran sendiri nantinya akan memiliki standarisasi FIFA, dengan kapasitas tiga ribu penonton.
“Kami juga sedang mengupayakan agar anggaran untuk rehabilitasi stadion diperbesar, dengan meminta Kementerian PUPR mengalokasikan dana bagi perbaikan Stadion Pakansari, sehingga fasilitas papan skor LED juga bisa dipasang. Mengingat, pemerintah pusat menilai bahwa stadion itu cukup baik. Soal berapa besarannya kita belum tahu,” ungkapnya.
Menurut Eko, dipilihnya Stadion Pajajaran sebagai salah satu venue latihan tim sepakbola yang berlaga di Asian Games lantaran adanya usulan Dispora Kota Bogor kepada Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Disorda) Jawa Barat.
“Waktu itu, Kepala Disorda menghubungi kami meminta stadion mana di Kota Bogor yang dapat mendukung perhelatan Asian Games. Lantas, kita usulkan dua tempat, Stadion Pajajaran dan Lapangan Pusdikzi. Akhirnya yang dipilih Stadion Pajajaran,” paparnya.
Lebih lanjut, kata dia, setelah rehabilitasi rampung, nantinya Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) akan membayar retribusi kepada Pemkot Bogor sebesar Rp750 ribu per satu kali latihan sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2012.
“Kalau mau ada yang menyewa lapangan untuk pertandingan, mesti bayar retribusi Rp1,5 juta per pertandingan,” ucapnya.
Eko menambahkan, seharusnya proyek rehabilitasi stadion dimulai pada 21 Desember 2017, namun lantaran terkendala administrasi pembangunan baru dilaksanakan pada 3 Januari 2018.
“Kontrak pekerjaannya sampai 210 hari, Juli harus selesai. Tapi dipercepat sampai Mei, karena akan dilakukan ujicoba dulu,” imbuhnya.
Diketahui, proyek senilai Rp3 miliar itu dikerjakan oleh PT Bersinar Jesstive Mandiri KSO PT Hardja Moekti Consultant, yang juga membangun Stadion Pakansari. (Nai)

Comments