Perawatan Jalan Bukan Solusi, Warga Parungpanjang Akan Unjukrasa Lagi Minta Jalur Khusus Tambang

PARUNGPANJANG -Warga yang mentasnamakan Masyarakat Perduli Parungpanjang kembali akan menggelar unjukrasa menolak lalulintas truk tronton di jalan raya Parungpanjang-Bunar, pada Minggu (7/1). Warga menilai, kesepakatan perusahaan untuk melakukan perawatan jalan agar truk tronton tetap diizinkan melintas, sama sekali tidak akan menyelesaikan persoalan yang dirasakan masyarakat.

“Kita ingin ada jalur khusus untuk truk tronton pengangkut hasil tambang. Sehingga warga tidak terus-terusan jadi korban dan dirugikan akibat adanya eksploitasi tambang,” tegas Candra, koordinator aksi massa.

Ia mengatakan, diperkirakan sebanyak 200 orang warga akan turun ke jalan pada esok hari, Minggu (7/1). Mereka akan melakukan aksi simpatik mengumpulkan koin receh untuk perbaikan jalan.

Aksi akan dimulai pukul 07.00 sampai pukul 12.00 WIB. “Peserta aksi akan mengumpulkan koin receh di jalan raya Mohamad Toha Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang,” kata Candra.

Candra mengungkapkan, segala persiapan sudah selesai dilakukan, tinggal menunggu hari H untuk melakukan aksi. Menurutnya, aksi simpatik ini digelar warga sebagai bagian upaya masyarakat Parungpanjang guna menekan Pemda Provinsi, dalam hal ini Gubernur Jawa Barat untuk merealisasikan jalur khusus tambang.

Sebelumnya warga juga telah melakukan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk protes. Pemda Kabupaten Bogor kemudian memanggil perwakilan pihak-pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Belakangan, pihak perusahaan membuat komitmen untuk turut melakukan perawatan jalan.

Komitmen tersebut disampaikan antara lain kepada Kepala Desa Parungpanjang. Namun, sebagian besar warga menilai hal tersebut sama sekali tidak menjadi solusi. Warga tetap menrkan pemerintah agar dibuatkan jalir khusus tambang. (MUL)

Comments