Kilas

Walikota Minta PDAM Segera Rencanakan Sumber Air Baku Alternatif

bogorOnline.com

Walikota Bogor Bima Arya meminta PDAM Kota Bogor merencanakan konsep air baku alternatif untuk mengatasi gangguan pelayanan akibat persoalan sampah dan limbah organik. Sebab menurutnya, sumber air yang ada saat ini, terutama untuk pelayanan di zona 3 dan 4, sangat ditentukan faktor alam.

“Ini program jangka panjang yang harus disusun. Bagaimana PDAM harus mencari konsep air baku alternatif yang baik. Saat ini kita sangat tergantung pada cuaca atau faktor alam,” kata Bima usai meninjau lokasi Intalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng dan Intake Ciherang Pondok, Senin (15/1/18).

Gangguan pelayanan air bersih PDAM, lanjut Bima, yang terjadi disebagian wilayah zona 3 dan 4 pada akhir pekan lalu, diakibatkan adanya limbah organik dan endapan lumpur imbas dari pembangunan tol di daerah hulu yang menyebabkan debit produksi berkurang.

“Ini program jangka pendek, (PDAM) harus gerak cepat membersihkan limbah itu. Kemudian mengkomunikasikan dengan pihak-pihak yang bertanggungjawab, ada pembangunan tol di situ, ada pabrik di situ. Koordinasikan agar teratasi di masa depan,” tegasnya.

Langkah lain, Bima meminta PDAM mencari solusi untuk penanganan limbah organik yang masuk IPA Dekeng.

“Walaupun (gangguan akibat limbah organik dan sampah) tidak setiap hari, tapi perlu dicarikan cara penanggulangannya secara serius,” ujarnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun akan berkordinasi dengan Pemkab Bogor mengatasi pabrik dan industri yang bandel membuang limbahnya ke Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku PDAM. Hal ini karena pabrik-pabrik itu kebanyakan berada di Kabupaten Bogor.

“Iya, nanti saya akan mengkomunikasikan dengan ibu Nurhayanti, Bupati Bogor,” imbuhnya.

Bima menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, utamanya pelanggan PDAM, atas gangguan pelayanan yang terjadi beberapa hari ini.

“Kami minta maaf kepada pelanggan karena beberapa hari ini tergaggu lagi. Ini betul-betul force majeure, utamanya karena limbah dan cuaca,” ungkapnya.

Bima pun berpesan agar PDAM lebih gencar menyampaikan informasi mengenai gangguan pelayanan kepada masyarakat.

“Bagian teknisnya pun harus lebih sigap mengantisipasi penurunan volume air yang diakibatkan karena limbah ini,” tandasnya.

Selain di dua tempat tersebut, Bima sempat meninjau anak Sungai Cisadane dan lokasi pembangunan tol di daerah Caringin. Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya bersama Direktur Teknik Syaban Maulana dan Direktur Umum Rino Indira Gusniawan turut mendampingi Bima.

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Kota Bogor, Syaban Maulana (Ade), menambahkan, pasca gangguan produksi akibat limbah organik dan sampah pada akhir pekan lalu, pelayanan air bersih ke pelanggan sudah kembali normal. Kondisi bak-bak sedimentasi di IPA Dekeng sudah benar-benar bersih sehingga sistem pengolahan air baku sudah berjalan sebagai mana mestinya.

“Alhamdulillah sudah bersih seluruhnya. Backwash sisa pengolahan pun sudah kembali normal, delapan jam sekali. Sebelumnya saat ada gangguan limbah organik, backwash bisa dilakukan tiga jam sekali, ini yang mempengaruhi pasokan air bersih ke pelanggan,” ungkap Ade di sela-sela kunjungan Walikota Bogor ke IPA Dekeng.

Bagian Transmisi dan Distribusi pun tetap siaga meski kondisi pengaliran sudah normal sejak Minggu pagi kemarin.

“Kita siapkan upaya-upaya alternatif jika suatu saat kembali terjadi gangguan. Mobil tangki pun sudah siaga di pool-nya,” pungkasnya. (Nai/hms)