Warga Bantarkaret Bertaruh Nyawa Lintasi Jalan Rusak

NANGGUNG – Warga Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, bertaruh nyawa setiap harinya. Pasalnya, akses jalan setiap hari dipergunakan warga mengalami longsor pada bulan lalu, hingga kini belum ada perbaikan yang serius dari pemerintah setempat.

Seorang tukang sayur enggan disebutkan namanya mengatakan kepada wartawan, sejak longsor pada bulan lalu, jalan ini belum ada perbaikan. “Kalau saat lewat jalan ini suka was-was. Bahkan saya pernah jatuh terpeleset. Kalau habis hujan turun, kondisi jalan berlumpur tanah dan bebatuan yang licin,” Ucap dia.

Mamung menambakan, kalau kondisi jalan  seperti bisa membahaksn warga yang saat melintasi jalan ini, apalagi dimusim hujan. “Khawatir ada longsor, bisa membahayakan warga,” bebernya.

Sementara itu, Andre mengatakan, jalan tersebut selain terjal dan curam tentu sangat membahayakan saat melintas. Apalagi aktivitas warga yang setiap hari menggunakan jalan itu. “Saya kalau lewat  sering bingung. Selain lumpur jalan tersebut, masih menggunakan bebatuan,”Keluhnya.

Sedangkan Kepala Desa Bantarkaret Pepeng Sopandi mengaku, dirinya sudah mengetahui adanya jalan yang rusak parah, sebelumnya sudah ada laporan keluhan warga terkait jalan tersebut. “Warga sudah lama mengusulkan hal itu, untuk minta perbaikan,” terangnya.

Menurut Pepeng, untuk melakukan pembangunan memang prosesnya sangat lama. Karena memang, jalan itu lahannya juga dimiliki perhutani. “Kita harus membuat jalan yang lain dulu untuk masyarakat baru setelah itu kita kerjakan,” pungkasnya. (MUL)