Puluhan Rumah di Bantaran Sungai Ciliwung Terendam Banjir

bogorOnline.com

Hujan yang mengguyur Kota Bogor dan sekitarnya yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin pagi mengakibatkan debit air di Bendung Katulampa meningkat. Bahkan, pada pukul 09.05 WIB petugas Bendung Katulampa mencatat ketinggian air mencapai 240cm atau siaga 1.

Akibatnya, puluhan rumah dibantaran Ciliwung Kecamatan Bogor Timur terendam banjir, diantaranya wilayah Katulampa, Sukasari dan Baranangsiang.

Kapolsek Bogor Timur, Kompol Marsudi Widodo mengatakan, rumah warga yang berada di bantaran sungai Ciliwung terkena dampak banjir yang diakibatkan meluapnya sungai.

“Berdasarkan laporan Bhabinkamtimas dimasing-masing kelurahan Bogor Timur, ada tiga kelurahan yang terkena banjir, yakni Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari dan Kelurahan Baranangsiang. Ketiga wilayah itu, karena berada diatas lintasan kali Ciliwung. Sementara, kelurahan lain seperti Sindangrasa, Sindangsari dan Tajur masih kondusif, dan kami juga di back up pengamanan oleh Jajaran Polresta Bogor Kota,” kata Kompol Marsudi kepada wartawan, Senin (5/2/18).

Dari ketiga wilayah yang terendam luapan air itu, lanjut Kapolsek, paling terparah di wilayah Kelurahan Katulampa yakni sebanyak 14 rumah dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 8 juta.

“Ke 14 rumah tersebut diantaranya, rumah Mak Iyah (70) 2 jiwa, Budi (40) 3 jiwa, Abdurahman (47) 3 jiwa, IPIK (60) 1 jiwa, Matrial Dudu (44) 4 jiwa, Muhayah (65) 1 jiwa, Aripin (45) 3 jiwa, Wanda (50) 5 jiwa, Warid (37) 4 jiwa, Ramlan (33) 4 jiwa, Kosasih (60) 4 jiwa, Quraesin (60) 1 jiwa, Mumuh (40) 4 jiwa dan Ukas (40) 1 jiwa,” jelasnya.

Sedangkan, diwilayah Kelurahan Barangsiang ada 3 rumah yang terendam, yaitu rumah Nenih (60) 3 KK 11 jiwa, Karnadi (53) 4 jiwa dan Nuraeni (54) 1 kk 2 jiwa. Dan terakhir Sukasari yaitu rumah Hafizudin,1 KK 4 jiwa.

“Kini rumah warga yang terkena tergenang air, sudah dibersihkan oleh warga setempat,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Marsudi, saat bendung Katulampa Siaga I, jembatan penghubung di sekitar bendung katulampa sempat ditutup oleh warga. Hal itu untuk mengantisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain rumah terendam, sambung dia, ternyata ada satu peristiwa longsor tembok pembatas Tol yang sedang dibangun akses penghubung ke wilayah Wangun Atas, Kelurahan Sindangsari.

“Peristiwa longsor tersebut tidak ada korban jiwa dan pihak pemborong Bocimi pun sudah mengetahuinya. Sampai saat ini, kami masih terus lakukan pemantauan,” pungkasnya. (Rky)