Rekayasa Video PKI di Bogor, Polisi Periksa Sejumlah Pihak yang Terlibat

Cibinong – Setelah berhasil mengamankan 6 orang yang terlibat kekerasan dan main hakim sendiri  terhadap orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) atau gila, Polres Bogor juga memeriksa tiga orang anggota Ormas dan meminta keterangan dari saksi ahli hukum pidana dan ahli informasi dan teknologi (IT) terkait penyebaran informasi hoax.

“Untuk kasus di Cileungsi saat ini rencananya kita akan periksa saksi ahli Hukum Pidana dan saksi ahli ITE dari Kominfo terkait penyebar kabar hoax yang meresahkan masyarakat,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky di Mapolres Bogor, Rabu (14/02/2018).

Dari hasil penyelidikan, Polisi juga akan memeriksa 3 orang oknum salah satu ormas Islam yang ternyata sempat ke TKP. “Dan menurut saksi-saksi bahwa mereka juga ikut melakukan aksi kekerasan setelah di ajak oleh salah satu pelaku penyebar video tersebut,” imbuhnya.

Tiga oknum anggota ormas tersebut hadir karena panggilan pelaku penghasutan, pembuat video dan penyebar hoax dimana pelaku adalah merupakan salah satu anggota ormas yang sama dengan ormas yang dipanggil.

“Untuk korban persekusi sedang dalam observasi kejiwaan dan diberikan perawatan kesehatan serta Visum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ungkapnya.

Kapolres Bogor menghimbau, kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan main hakim sendiri. Apabila ada hal-hal yang mencurigakan dan dianggap mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat, maka lebih baik segera dilaporkan kepada aparat setempat.

Kapolres Bogor juga menegaskan bahwa jajarannya akan bertindak tegas terhadap pelaku penyebar kebencian di media sosial.

Seperti diketahui, enam orang telah diamankan Polres Bogor atas penyebar video persekusi serta menghasut dan menuduh korban sebagai penganut paham ideologi terlarang di kampung Deyeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor sehingga memancing reaksi massa saat itu.

Hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi bahwa cap organisasi terlarang itu disampaikan tanpa berdasar dan kemudian mencetus aksi kekerasan yang sebelumnya tidak terjadi, dan pelaku yang melakukan hasutan memvideokan dan menyebarkan lagi ke WA Group dan kemudian ada lagi yang anggota group yang mengunggah ke medsos dengan kemasan organisasi terlarang.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (10/02/2018) dini hari kemarin. Polisi pun mencari pengunggah dan video persekusi tersebut yang viral di sosial media Facebook, kurang dari 12 jam enam orang berhasil diamankan. (di)

Comments