Blusukan di Pasar Jambu Dua, Ru’yat Mendapat Dukungan Dari Pedagang

Pasangan RZ Siap Ciptakan Iklim Usaha Bergairah dan Memajukan Pedagang

bogorOnline.com

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) menyelenggarakan Urun Rembug Pedagang Pasar Tradisional Tentang Perda KTR Kota Bogor di aula gedung Pasar Warung Jambu, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (27/3/18).

Terlihat, para pedagang pasar tradisional tersebut sangat berantusias mengikuti jalannya diskusi, terlebih pada saat ada sesi berdialog tanya jawab. Berbagai aspirasi dan usulan pun banyak disampaikan, salah satunya para pedagang meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk tidak memberlakukan Perda KTR di Pasar Tradisional.

Calon Wali Kota Bogor, Achmad Ru’yat yang turut hadir setelah memaparkan visi misi dan solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut, mendapat dukungan dari para pedagang.

“Saya tadi melihat dan mendengarkan langsung apa yang dipaparkan Pak Ru’yat itu bagus, solusinya juga bagus. Selama beliau bisa menyelesaikan dan membuat kebijakan yang pro rakyat, Insya Allah semua akan mendukung,” ucap salah satu pedagang rokok, Samsudin (43).

Sementara, Achmad Ru’yat mengatakan, Perda No. 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) itu harus diefektifkan berupa sosialisasi dan pengawasan, agar Perda tersebut bagi para perokok aktif di tempat – tempat tertentu seperti di rumah sakit, sekolah, perkantoran dan tempat lainnya, tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat yang tidak merokok atau perokok pasif.

“Usulan baru terkait dengan perubahan raperda ini harus ditinjau secara yuridis, sosiologis dan psikologis masyarakat serta yang lebih penting adalah bagaimana Perda yang sudah ada itu diefektifkan terlebih dahulu, sehingga klausul yang terkait dengan pasar tradisional ini bisa dilakukan kajian yang lebih komprehensif, karena menyangkut hajat hidup ekonomi orang banyak dalam dunia usaha,” ungkap Achmad Ru’yat.

Pasangan RZ ingin memastikan, sambung Achmad Ru’yat, bagaimana pemerintah daerah berkewajiban untuk menciptakan suasana iklim usaha yang membuat gairah para pedagang.

“Saya melihat perlu adanya pembenahan sarana dan prasarana pasar, misal atap yang bocor sehingga membuat banjir. Jadi ini yang harus kita soroti di pasar tradisional, agar para pedagang mendapat kenyamanan dalam berusaha,” kata Achmad Ru’yat.

Untuk menggairahkan dan memajukan para pedagang di pasar pasar, Ru’yat memaparkan bahwa Pemerintah Kota Bogor kedepan harus mendorong agar PD Pasar Pakuan Jaya bekerja lebih keras lagi dalam memberikan pelayanan di pasar pasar, termasuk Disperindag yang harus lebih intensif rutin turun ke lapangan.  “Semuanya harus sinergis antara Pemkot Bogor dan PDPPJ, karena pasar ini dikelola oleh BUMD Pemkot Bogor. Pasangan RZ siap memajukan para pedagang dan menjadikan pasar tradisional lebih maju lagi. Untuk program terobosannya, kami sudah mempersiapkannya, tinggal direalisasikan setelah terpilih nanti,” pungkasnya. (Nai/ist)