bogorOnline.com-NASIONAL
Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh tewas dalam kebakaran rumah di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/26) pagi. Kejadian ini masih meninggalkan sejumlah tanda tanya. Mulai dari penyebab, area yang terbakar, hingga kerabatnya yang selamat.
Pemadam kebakaran bilang, kebakaran dipicu cairan tiner sisa renovasi rumah. Namun, polisi belum mengungkap bagaimana tiner itu bisa mengobarkan api. Belum diketahui juga Haerul langsung tewas di dalam ruang kerjanya yang terbakar, atau sempat mendapat penanganan di rumah sakit.
Polisi Selidiki Temuan Barang yang Diduga Picu Kebakaran Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Diduga berasal dari tiner renovasi Kepala Suku Dinas Penganggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan kebakaran ini diduga bermula dari tiner sisa renovasi rumah. Rumah ini adalah rumah pribadi yang baru dihuni beberapa tahun lalu oleh Haerul dan keluarga setelah direnovasi. Namun, sejak awal bulan Ramadhan, anak dan istrinya memilih menetap di rumah dinas BPK di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama.
“Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah,” kata Asril dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Petugas keamanan rumah dan warga setempat sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR. Namun, kobaran api masih saja membesar. Baru setelah 12 unit mobil pemadam kebakaran tiba, api bisa dipadamkan dalam kurun waktu 1 jam.
Sisa Tiner Renovasi Diduga Jadi Pemicu Tiga orang selamat Menurut petugas keamanan rumah, Harpen, saat itu Haerul ada di lantai empat rumahnya, tepatnya di ruang kerja. Di lantai yang sama, diketahui ada tiga orang kerabatnya juga. Kemudian, Harpen yang berjaga di lantai dasar rumah mendengar suara teriakan dari lantai atas. Derap kaki yang cepat kian terdengar, hingga tiga orang sampai ke hadapannya.
Tak ada Haerul di antara mereka. Langsung saja, mereka bergegas ke lantai 4 lagi dengan berbekal APAR. “Nah, si Alo sama Bang Anto tuh turun ke bawah teriak ‘kebakaran!’. Nah, saya kira bapak sudah keluar, ternyata bapak belum keluar,” kata Harpen ditemui di lokasi, Jumat.
Menurut Harpen, saat itu Haerul sudah tak sadarkan diri saat dievakuasi keluar dari ruangan itu. Kemudian, Haerul dilarikan ke rumah sakit. “Keadaan bapak ya… sudah enggak sadar diri sih. Mungkin karena asap ya jadi bapak sudah enggak sadar, karena dilihat dari luar katanya tadi asapnya hitam,” tutur Harpen.
Namun polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian Haerul. Baca juga: Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Jaksel, Dikira Sudah Keluar Rumah Ruang kerja hangus 80 persen Usai kejadian, polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP dimulai pukul 12.20 WIB, oleh Satreskrim Polres Jakarta Selatan bersama Puslabfor dan Inafis Polri. Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni, yang memimpin olah TKP, menegaskan area yang terbakar hanya terdapat di lantai empat.
Sepekan Ini Kata dia, ruang kerja tempat Haerul ditemukan hampir hangus sepenuhnya. “(Kondisinya) hangus, sekitar 80 persen,” kata Putu. Melihat kondisi itu, polisi pun menyelidiki bagaimana api bisa muncul, hingga penyelamatan diri yang dilakukan tiga kerabat Haerul.(rul)
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/11/07270821/tanda-tanya-penyebab-kematian-anggota-bpk-haerul-saleh-dalam-kebakaran-di?page=all#page2.





