Ini Harapan Budayawan Bogor Untuk Achmad Ru’yat

Ru’yat Genggam Kujang Naga Jaman Kerajaan Pakwan Pajajaran

bogorOnline.com

Hadir sebagai tamu undangan istimewa, kedatangan Calon Walikota Bogor Achmad Ru’yat langsung disambut dengan suasana yang sukacita, lalu pengurus Padepokan ‘Gosali’ melakukan penyematan Pin berlogo Macan Pajajaran bertuliskan ‘Padepokan Gosali Teupa Koedjang Pajajaran’. Selain Pemberian PIN, juga dilakukan penyerahan simbolis sebilah pusaka jenis ‘Kujang Naga’ dimana menurut para ahli, Kujang tersebut, peninggalan jaman Kerajaan Pakwan Pajajaran yang di pimpin oleh Prabu Siliwangi.

Salah satu Pengurus Padepokan Roni Ramdoni mengatakan, Pin Padepokan Teupa Pajajaran disematkan sebagai wujud penghargaan dan apresiasi dari perwakilan pengurus dan anggota Padepokan yang terdiri dari empat organisasi para Budayawan dan Sejarawan di Bogor.

“Ini sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada beliau, yang mana beliau sebagai calon pemimpin Kota Bogor bisa hadir bersama- sama kami di Padepokan ‘Gosali’. Selain harapan untuk pemimpin yang bisa memperhatikan lebih para budayawan,” ujar Ki Roni Sanghyang Naga, di padepokan nya yang berlokasi di RW01, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (29/3/18).

Dikatakan Roni, simbolis Kujang Naga dimaknai sebagai senjata tradisional masyarakat Jawa Barat, tepatnya di Pasundan tatar sunda dan Kujang dikenal sebagai senjata yang memiliki nilai kekuatan yang tinggi.

“Kujang Naga ini sebagai pusaka pada masa kerajaan Pajajaran, dimana pusaka tersebut dulunya di pegang oleh para Bangsawan, pejabat kerajaan, ataupun para kesatria yang sakti mandraguna. Berkaitan dengan itu, Hewan naga dipercaya sebagai hewan mitologi tertinggi, yang mempunyai kedudukan tinggi,” ujar dia.

Sementara, Achmad Ruyat yang juga pernah menjabat Wakil Walikota berpasangan dengan Diani Budiarto sebagai Walikota Bogor dua periode merasakan kebanggan tersendiri ketika para budayawan dan sejarawan yang belum ditemui sebelumnya ini bisa memegang langsung Kujang jenis Naga. Terlintas penuh harap dan rasa penasaran hadir dibenak calon pemimpin dari kader senior PKS itu.

“Sebetulnya saya ingin sekali berlama lama di sini (Padepokan), ingin lebih tahu soal senjata atau pusaka-pusaka yang ada di padepokan ini, apalagi pusaka Kujang jenis Naga yang diserahkan secara simbolis oleh pengurus kepada saya. Selain ingin lebih jauh berdiskusi dan membahas semua tentang budaya dan sejarah masa lalu yang berhubungan dengan Bogor,” ungkapnya.

Keinginan para budayawan untuk mempersatukan kembali budayawan dan sejahrawan di Bogor ini tentu saja menjadi catatan penting yang harus dikembangbiakam dan digalakan, dirasa saat ini geliatnya sudah mulai berkurang.

“Budaya ini modal sosial yang harus dipertahankan dan ditumbuh kembangkan. Agar semua itu terwujud dan kembali bergairah, tentu kedepan harus dimulai dengan diadakanya berbagai kegiatan seni budaya di Kota Bogor. Misalkan, gelaran festival mulai di wilayah sampai tingkat Kota Bogor. Insha allah, kalau itu dilakukan ghirohnya akan kembali tumbuh, sesuai apa yang diharapkan para budayawan dan sejarahwan Bogor saat ini,”jelas Ruyat menyampaikan dalam diskusi ringan bersama pengurus padepokan yang dihadiri warga sekitar wilayah pamoyanan.

Sebagai informasi, Padepokan Gosali dalam waktu dekat, tengah mempersiapkan gelaran ‘Kirab’ pusaka, bertujuan mempersatukan kembali budayawan di Bogor. Kirab kali pertama dan terbesar di Kota Bogor, bahkan se-Jawa Barat. Rencananya, gelaran akan dihadiri oleh ribuan pencinta seni dan budaya dari berbagai kalangan masyarakat.

Kirab akan dilaksanakan pada 6 Mei 2018 mendatang. Dimulai dari Balai Kota Bogor dan berakhir di Gor Pajajaran Bogor. Akan hadir dalam acara kirab ini, Unsur Muspida, Pejabat Daerah, dan para Pasangan Calon Walikota Bogor periode 2018-2023. (Nai/ist)

Comments