GELAR BIMBINGAN SENI DAN BUDAYA, DISBUDPAR INGIN LAHIRKAN AKTRIS DAN AKTOR LOKAL

BOGOR – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Bidang Kebudayaan menggelar Kegiatan Bimbingan Seni dan Budaya untuk pembinaan seni peran. Kegiatan diselenggarakan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai seni dan budaya lokal. Kegiatan diselenggarakan di empat kecamatan, dua Kecamatan untuk pembimbingan seni peran (Kec. Parung Panjang dan Jasinga) dan dua kecamatan untuk pendampingan seni teater (Kecamatan Tenjo dan Rumpin). Pemilihan kedua bidang tersebut atas dasar usulan dari Komisi D DPRD Kabupaten Bogor.

Kegiatan bimbingan Seni dan Budaya di Kecamatan Jasinga diselenggarakan dalam bentuk workshop setelah sebelumnya dilakukan pendampingan produksi pembuatan film kepada pemuda/I Kecamatan Jasinga. Kegiatan pendampingan dilakukan selama satu bulan (Maret-April 2018), pada kurang lebih 20 orang peserta oleh budayawan lokal dan nasional.

Adapun Kegiatan pendampingan dilakukan melalui praktik langsung pembuatan film berdurasi 40 menit. Film yang berjudul “Dibalik Ayat” tersebut bercerita tentang anak muda yang tersadar dari perilaku buruk dan kembali membangun kehidupan. Tema ini dipilih oleh pemuda/I sendiri untuk mengingatkan mereka agar tidak terjebak oleh perilaku buruk.
Tahap kedua, adalah tahap workshop. Workshop diselenggarakan di Aula PGRI Kecamatan Jasinga pada tanggal 23 April 2018. Peserta berjumlah 50 orang pemuda/I Jasinga 20 undangan. Acara tersebut dibuka oleh Kadisbudpar Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana.

Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana

Dalam sambutannya, Rahmat Surjana dalam sabutannya, kegiayan ini sangat bagus karena tidak hanya dilakukan searah namun melibatkan peran serta pemuda – pemudi Jasinga sendiri. “Hasil film yang dibuat sangat baik dan menunjukkan potensi yang sangat besar dari pemuda-pemudi Jasinga. Ini merupakan sejarah untuk Kabupaten Bogor, semoga tidak terlalu lama lagi anak muda Kabupaten Bogor bisa berperan di kancah nasional,” kata dia.

Rahmat menambahkan, melihat hasil pendampingan satu bulan telah menghasilkan film yang cukup baik, tidak tertutup kemungkinan nanti akan ada artis dari Jasinga. “Tentunya ini akan sangat membanggakan bagi Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Aktor dan pegiat seni budaya nasional menjadi narasumber

Kegiatan ini melibatkan pembicara nasional, seperti Madin Tsyawan seorang penulis naskah pengurus Dewan Kesenian Jakarta. Selain itu ia juga beraktivitas sebagai dosen, penulis dan penggiat teater. Ia telah menulis naskah beberapa sinetron yang tayang di televisi nasional, salah satunya adalah sinetron Gara-gara Duyung. Pembicara kedua adalah Dadang Ridwan, editor film yang telah berkiprah di tingkat nasional. Film yang ia terlibat diantaranya film Gerhana, editor di acara Spontan, sinetron Bayangan Adinda, Aladin dan masih banyak lagi. Workshop ini juga menghadirkan Hamka Todung, artis sinetron yang telah membintangi sinetron Suami-suami Takut Istri, Tukang Bubur Naik Haji, dan Sketsa, serta Egi Gunadhi Wibhawa, anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi 4.

Dalam kesempatan itu, Egi program ini sengaja diselenggarakan di daerah, bukan di hotel-hotel karena dengan hal ini keterlibatan masyarakat dapat lebih optimal terselenggara. Lebih banyak masyarakat yang terlibat, efek penyebaran informasi akan lebih terasa. “Dengan mendekati masyarakat, peluang bagi masyarakat terlibat semakin terbuka,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa

Selanjutnya menurut Egi, bimbingan seni peran sangat penting karena kita masih kurang berfokus pada potensi-potensi seni peran dibanding potensi budaya lain. “Daerah Bogor Barat ini harus masuk ke ekonomi kreatif, karena sumberdaya alam sudah banyak berkurang,” kata dia.

Anak muda, sambungya harus bisa masuk ke ranah-ranah yang kurang diminati. Kegiatan ini mendorong peserta untuk terlibat aktif memasuki industri kreatif. “Hal ini sudah dilakukan di Parungpanjang, anak muda Parung Panjang membuat film sendiri dan menayangkan sendiri. Tapi tidak gratis, bayar. Ini bukti jika seni peran menjadi bentuk ekonomi kreatif,” kata dia.

Hal ini disepakati oleh peserta, menurut Fanny seorang peserta, kegiatan ini sangat bermanfaat karena bimbingan ini dapat memperkaya pengetahuan seni peran. “Selain itu kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memfasilitasi minat saya di bidang seni peran,” pungkasnya (*)

Comments