Joko Purwanto Ajak Masyarakat Menguasai Teknologi Keantariksaan

bogorOnline.com

Sosialisasi Keantariksaan dengan melibatkan para pelajar dan unsur elemen masyarakat di Kota Bogor dilaksanakan di gedung PPIB. Hadir dalam acara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Jawa Barat III yang sekaligus membuka Sosialisasi Keantariksaan H. Joko Purwanto, perwakilan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Sumedang Bapak Aries Kurniawan, ST, Kadis Pendidikan Fahrudin, Camat Bogor Timur Adi Novan, Pimpinam Darul Ulum Hasbulloh dan lainnya.

Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Jawa Barat III, H. Joko Purwanto, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan sangat memiliki relevansi dan makna penting, mengingat situasi dan dinamika yang berkembang dalam masyarakat Indonesia sekarang ini mengisyaratkan kepada semua pihak untuk melakukan upaya –upaya nyata yang konseptual, terencana dan terprogram secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat secara penuh di dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui program sosialisasi LAPAN.

“Atas dasar itulah sejak lama kegiatan ini diinisiasikan, yang hingga saat ini telah  diselenggerakan di beberapa daerah di Indonesia. Hari ini diselenggarakan di Kota Bogor dan mendapat apresiasi serta antusias peserta yang hadir,” ungkap Joko.

Lanjutnya, potensi sumberdaya alam Indonesia yang melimpah merupakan modal utama untuk membangun Bangsa dan Negara ini menuju masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan yang diamanatkan pada UUD 1945. Selain itu, jumlah penduduk yang besar diikuti dengan potensi sumberdaya manusia yang mumpuni serta letak geografis yang sangat strategis merupakan modal lainnya yang dimiliki Indonesia untuk membangun bangsa.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melaksanakan amanat tersebut adalah dengan memerankan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di seluruh aktivitas pembangunan bangsa. Penguasaan dan pemanfaatan iptek akan dapat meningkatkan daya saing bangsa melalui pengelolaan sumberdaya yang dimiliki secara efektif dan efisien.

“Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan LAPAN adalah untuk mencapai kemandirian dan mumpuni dalam penguasaan teknologi keantariksaan, sehingga mampu bersaing dengan negara lain (maju), serta memastikan keberlanjutan dari kegiatan keantariksaan,” jelasnya.

Maka untuk mengatasi tantangan tersebut, tambah politisi PPP ini, salah satu kebijakan pembangunan LAPAN adalah melalui kerjasama, pemanfaatan dan sinergitas seluruh sumber daya nasional. Kegiatan Sosialisasi LAPAN ini diarahkan untuk memperkuat lembaga LAPAN yang ada di Lembaga Pemerintah Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Perguruan Tinggi, dan umum agar mampu menghasilkan inovasi teknologi dalam rangka mendukung peningkatan daya saing pengguna teknologi. Hal ini sesuai dengan amanat Perpres No 45 Tahun 2017 Tentang Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan Tahun 2016-2040.

“Banyak hal yang bisa dilakukan oleh Lapan RI yang dapat bermanfaat untuk bangsa ini, salah satunya, Lapan RI melalui program penginderaan Jauh mempunya peran strategis dalam menyukseskan berbagai program pemerintah, diantaranya zero burning policy hingga kebijakan satu peta (one map policy). Namun, peran strategis tersebut tidak akan berjalan dengan baik, jika tidak ada keberpihakan pemerintah dari sisi kebijakan dan anggaran. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia selalu tertinggal oleh beberapa Negara lainnya,” bebernya.

Sehingga hal ini  mendorong komisi VII untuk berperan aktif mendukung program dan rencana kerja Lapan RI agar bisa diaplikasikan dan bermanfaat buat pembangunan dan juga kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap agar memanfaatkan forum kegiatan ini semaksimal mungkin sehingga tidak saja dapat menambah wawasan dan pengetahuan berkenaan dengan Lembaga LAPAN tapi sekaligus mengimplementasikannya. Menciptakan lebih banyak lagi komunitas keantariksaan astronomi,” pungkasnya. (Nai)

Comments