Pilbup, IKM Bogor ‘Masih Netral’

Cibinong – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Bogor yang merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan, menanggapi isu yang berkembang di masyarakat dan juga anggota IKM yang menyatakan bahwa DPD IKM Kabupaten Bogor telah merapat dan mendukung salah satu calon Bupati Bogor dalam Pilkada Juni 2018 mendatang.

Ketua DPD IKM Kabupaten Bogor Riswendi Rajo Mudo menegaskan, bahwa sejauh ini IKM belum menyatakan sikap terhadap calon bupati Bogor manapun.

“Kami tegaskan, bahwa DPD IKM Kabupaten Bogor belum menyatakan dukungan terhadap calon manapun. Jadi, dengan adanya isu yang berkembang di masyarakat bahwa IKM telah memberikan dukungan kesalah satu calon dan adanya oknum yang menggadang-gadang bahwa dia mampu mengarahkan dan membawa IKM ke salah satu calon, itu tidak benar,” tegas Riswendi Rajo Mudo kepada wartawan di Cibinong, Minggu (01/04).

Riswendi yang juga mantan pengacara ini menambahkan, jika IKM Kabupaten Bogor akan merapat ke salah satu Cabup, maka itu tentunya hasil dari kesepakatan bersama seluruh pengurus melalui rapat resmi.

“Sejauh ini, kami jelaskan bahwa IKM Kabupaten Bogor belum merapat ke calon bupati Bogor manapun, dan kalaupun ada calon yang meminta dukungan terhadap kami, maka mekanisme nya harus melalui kesepakatan seluruh pengurus,” imbuhnya.

Menurut pria yang berprofesi sebagai Notaris ini, dari ke lima calon bupati Bogor yang ada saat ini, semuanya merupakan calon yang baik. Namun demikian, pihaknya akan menentukan calon yang terbaik diantara kelima Cabup tersebut.

“Kami DPD IKM Kabupaten Bogor siap berpartisipasi aktif dalam Pilkada Juni 2018 nanti, dan kami siap turut serta dalam membangun Kabupaten Bogor menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Diketahui, DPD IKM Kabupaten Bogor yang merupakan wadah pemersatu perantau-perantau Minang yang tersebar di 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor berjumlah sekitar 60 ribu orang. Ia sendiri tidak menjamin jika seluruh anggota IKM dapat diarahkan ke salah satu Cabup Bogor.

“Pasti ada bocornya, tidak mungkin tidak, karena dalam satu keluarga saja bisa terjadi beda pilihan, apalagi organisasi yang jumlah anggota nya mencapai 60 ribu orang,” ungkapnya.

Disamping itu beredar pula isu, bahwa IKM yang ketua umumnya merupakan salah satu petinggi Partai Politik, dan IKM dianggap otomatis menjadi bagian dari Partai Politik tersebut, dalam hal ini Sekretaris DPD IKM Kabupaten Bogor Firman Rusli, SH menegaskan, bahwa IKM bukanlah organisasi sayap atau Underbow Partai Politik manapun.

“Kami organisasi yang Independen, berdiri sendiri, organisasi kami bersifat sosial kekerabatan dan kekeluargaan, dan kami siap berpartisipasi dalam hajatan politik di Kabupaten Bogor ini,” tukasnya. (di)