Tanggapi Hasil Survei LSI, Uu Akan Lebih Giat Lagi Melakukan Ihtiar

Tasikmalaya – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Uu Ruzhanul Ullum menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang hasilnya mengalami penurunan bagi pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Uu pun tersenyum saat menanggapinya.

Bagi cucu KH Choer Affandi itu, hasil survei yang dirilis LSI pada tanggal 15 April lalu  menjadi penyemangat untuk lebih giat lagi melakukan ihtiar dan silaturahmi ke simpul-simpul masyarakat di Jawa Barat.

“Bagi saya hasil survei LSI  itu menjadi vitamin dan penyemangat untuk lebih giat lagi melakukan ihtiar.  Di sisa waktu yang masih panjang ini harus dimanfaatkan secara efektif,” kata Uu Ruzhanul Ullum dengan tersenyum.

Dalam survei yang dirilis LSI pada tanggal 15 April itu menyebutkan kalau elektabilitas pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ullum (Rindu) disalip tipis oleh pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Dua DM).

Elektabilitas Pasangan Dua DM berada pada posisi 43,2% dan elektabilitas pasangan Rindu menurun ke posisi 39,3 persen. Namun elektabilitas personal Ridwan Kamil (RK) masih tetap unggul, 40,8% dan elektabilitas Deddy Mizwar 38,9%.

Survei dilakukan pada 21-29 Maret 2018 dengan menggunakan metode standard: multi stage random sampling, dimana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random. Jumlah responden 440, dengan margin of error sebesar 4.8 persen.

Uu yang menjabat dua periode sebagai Bupati Tasikmalaya itu menjelaskan, dengan adanya hasil survei tersebut justru bisa menjadi tahu di mana letak kelemahan dan kekurangan yang harus diperbaiki.

Untuk itu, Uu dituntut untuk terus menaikan elektabilitas dirinya, agar pasangan Rindu bisa meraih kemenangan dalam Pilgub Jabar. Mengingat elektabilitas personal calon Gubernurnya yakni Ridwan Kamil masih tetap unggul.

Sehingga di waktu yang masih panjang sebelum pencoblosan dilakukan, bisa dimanfaatkan dengan efektif untuk terus bergerilya menjalin silaturahmi, utamanya ke kalangan pesantren-pesantren di Jawa Barat.

Sebagai pribadi yang lahir dan besar di lingkungan Pesantren, Uu berkewajiban untuk menyambung rasa dengan kalangan pesantren sehingga menjadi kekuatan besar untuk bisa meraih kemenangan pada kontestasi Pilgub Jabar.

“Sebagai anak pesantren, basis kekuatan saya ada di pesantren, makanya saya akan fokus untuk terus menjalin silaturahmi dengan kalangan pesantren yang ada di Jawa Barat ini. Intinya bagaimana ihtiar yang kami lakukan ini bisa memberi manfaat yang besar bagi masyarakat Jawa Barat dan kalangan pesantren,” ujarnya.

Selama menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ullum memiliki kepedulian yang besar terhadap kalangan pesantren. Bagaimana pola pendidikan yang dijalani pesantren bisa diadopsi oleh pendidikan formal.

Di mana setiap tahun para siswa diwajibkan untuk mondok di pesantren selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Selain itu Uu juga membuat program Ajengan Masuk Sekolah dalam upaya mengangkat pendidikan pesantren dan membentengi moral anak.

Seminggu sekali Ajengan diberikan waktu khusus untuk mengajar pendidikan agama kepada  anak-anak di sekolah. (adi/*)

Comments