Diduga Abaikan K3, Proyek Vivo Sentul Mall Telan Korban

Cibinong – Kontraktor pelaksana pekerjaan proyek pembangunan Mall Vivo Sentul yang terletak di Jalan Raya Bogor-Jakarta KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, diduga mengabaikan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Sehingga, salah satu pekerja di proyek tersebut mengalami kecelakaan kerja yang diduga terjatuh dari lantai empat hingga tewas seketika.

Pihak pelaksana proyek tersebut, diketahui tidak langsung melakukan pelaporan ke pihak kepolisian atas adanya pekerja bangunan yang tewas saat bekerja. Padahal, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (10/04) yang lalu.

Kamal (26), buruh bangunan proyek pembangunan Mall Vivo Sentul tewas dengan mengenaskan akibat kepalanya yang tertancap besi.

Peristiwa nahas pria yang merupakan warga Karawang tersebut terkesan ditutup-tutupi.
Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satrekrim Polres Bogor, Iptu Didin Komarudin mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa yang menewaskan buruh bangunan di proyek pembangunan Mall Vivo Sentul itu.

“Kami sudah memeriksa tiga saksi yang merupakan satu profesi dengan korban. Rencananya kami masih akan melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi yang termasuk di dalamnya orang kantor kontraktor pembangunan mall tersebut,” ujar Iptu Didin kepada bogoronline.com.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan memanggil Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor atas peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polres Bogor.

“Kami juga akan meminta keterangan Dinas Tenaga Kerja setelah semua pihak proyek diperiksa. Dalam hal ini dinas sebagai ahli dalam Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3),” tambahnya.

Mantan Panit Reskrim Polsek Babakan Madang ini menerangkan, pihaknya juga telah melangsungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang police line di lokasi.

“Dari reka adegan yang kami gelar berdasarkan keterangan beberapa saksi yang telah diperiksa, korban jatuh dari ketinggian sekitar bangunan empat lantai yang hingga kepalanya tertancap pada sebuah besi yang berdiri di dasar,” katanya.

Ia menerangkan, pihaknya cukup menyayangkan kontraktor yang memakai bendera Badan Usaha Milik Negara (BUMD) tersebut, karena tidak melakukan pelaporan atas kejadian yang menimpa salah satu buruh proyek di lokasi tersebut.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut tidak langsung dilaporkan ke Polisi. Polisi baru mengetahui peristiwa tersebut dari masyarakat setelah sehari kejadian. Kami belum mengetahui apakah proyek Vivo Sentul itu disub ke PT Gia Sindo baru dikerjakan oleh PT PP atau sebaliknya. Kami masih menunggu legalitas dari pihak proyek yang bersangkutan,” terangnya.

Sementara itu, korban dikabarkan sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) FMC di Jalan Raya Bogor-Jakarta, Sukaraja, untuk dimandikan sebelum dibawa ke rumah duka di Karawang.

“Jenazah mengalami luka pada kepala yang mesti dijahit sebanyak tujuh jahitan sebelum dimandikan dan dibawa ke Karawang dengan menggunakan ambulan,” papar Ade, petugas kamar jenazah di RS FMC. (adi)