Edgar akan Wajibkan PNS dan Siswa Muslim Untuk Berhenti Melakukan Aktivitas saat Adzan “Solat”

bogorOnline.com

Pasangan calon Walikota – Wakil Walikota Bogor nomor urut dua, Edgar Suratman dan Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat akan menerapkan kebijakan memakmurkan masjid dengan cara mewajibkan PNS serta siswa muslim di sekolah – sekolah untuk menghentikan segala aktivitasnya saat adzan berkumandang dan salat berjamaah di masjid.

“Insha Allah apabila kami diberi amanah memimpin Kota Bogor, kebijakan memakmurkan masjid. Sebab, setiap manusia harus memperkuat hubungan dengan Tuhan-nya, sehingga diharapkan karakter warga Bogor yang religius dapat terus terjaga,” ucap Edgar kepada wartawan, Senin (16/4/18).

Edgar mengatakan, kebijakan tersebut adalah salah satu upaya mendisiplinkan aparatur pemerintahan untuk senantiasa memenuhi tanggung jawabnya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Apabila seseorang disiplin dalam beribadah. Insya Allah dia akan amanah dalam mengemban tugas karena takut dengan Sang Pencipta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Edgar, pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang saleh juga harus dilakukan sejak usia dini. Sehingga moral anak muda takkan mudah tergerus oleh pengaruh budaya barat yang masuk melalui teknologi.

“Apabila sebuah bangsa memiliki karakter yang kuat, otomatis takkan mudah terpengaruh oleh budaya luar,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Korwil Bogor Raya itu.

Edgar menuturkan, pendidikan karakter keagamaan merupakan esensi dari NgaBogor Bodas yang merupakan salah satu dari tiga falsafah hidup orang Bogor yang dituangkan melalui Piagam NgaBogor.

“Pada hakekatnya orang Bogor itu tak boleh lupa dengan jati dirinya sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang harus selalu bertanggung jawab kepada Sang Pencipta dalam setiap perbuatan,” imbuhnya.

Selain itu, sambung Edgar, iapun akan kembali mengaktifkan program subuh berjamaah di Balaikota dua kali sepekan untuk PNS dan warga Kota Bogor.

“Jadi sesudah salat berjamaah akan ada tausiah dan sarapan pagi bersama, seperti zaman dulu. Sehingga masyarakat bisa interaksi langsung terkait permasalahan yang ada,” pungkasnya. (Nai)

Comments