Tiga Terduga Pelaku Persetubuhan Anak Diduga Dilepas Polres Bogor

Cibinong – Polisi Resort (Polres) Bogor diduga telah melepas tiga terduga pelaku pencabulan berinisial IW, KL dan J, atas korban anak bernama RS (14).

Kasus tersebut terjadi pada akhir November 2017 yang lalu, dengan nomor : LP/B/1232/XI/2017/JBR/RES BGR. Hal ini terungkap, saat orang tua korban, Yadih (58) mendatangi Polres Bogor untuk menanyakan perkembangan kasus yang menimpa buah hatinya.

“Saya buat laporan kepolisian pada 30 November 2017 dengan nomor : LP/B/1232/XI/2017/JBR/RES BGR. Saya ke Polres Bogor belum lama ini ingin menanyakan kelanjutan kasus ini, karena belum juga ada sidang,” kata Yadih kepada wartawan, kemarin.

Yadih mengatakan, pihaknya mempertanyakan atas tidak lagi ditahannya tiga terduga pelaku pidana persetubuhan dan pencabulan yang dialami puterinya.

“Polisi bilang ketiga pelaku ditangguhkan penahannya dengan wajib lapor dua kali dalam seminggu yakni Senin dan Kamis,” ujar Yadih.

Pria yang berprofesi sebagai pedagang sayuran di wilayah Sentul ini menambahkan, kepolisian melakukan penangguhan atas adanya surat perdamaian antar pihak pelaku dan dirinya.

“Pernah ada orang yang mengaku dari Ormas akan membantu kasus yang menimpa anak saya ini sampai tuntas di jalur hukum. Orang tersebut memang pernah membawa selembar surat, karena saya percaya dengan niat baik orang itu dan memang saya tidak bisa baca tulis, saya tandatangan surat itu. Tapi untuk perdamaian, setahu saya itu harus ada pertemuan kedua belah pihak yang disaksikan Polisi, namun itu tidak pernah terjadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, perlakuan bejat yang dilakukan oleh ketiga pria yang bekerja di salah satu rumah produksi (PH) pengisi acara di stasiun televisi swasta tersebut terjadi pada akhir tahun lalu.

Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena ketika dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa pihaknya tidak mendapatkan laporan dari Reskrim. “Coba ke Reskrim saja mas, soalnya Humas kan tidak menangani kasus,” ungkapnya.

Kanit PPA Polres Bogor, Iptu Irine yang berhasil dikonfirmasi wartawan terkait perkara ini, tidak dapat memberikan penjelasan. “Saya tidak ada wewenang kasih statmen mas,” kata Irine melalui pesan whatsappnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan ketika dikonfirmasi tidak menjawab telepon seluler nya, pesan singkat yang dilayangkan juga tidak ditanggapi.

Terpisah, Ketua Umum Komisi Perkindungan Anak (Kamnas PA) Republik Indonesia Arist Merdeka Sirait menegaskan, tidak ada kompromi hukum terhadap pelaku UU no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kejahatan pencabulan atau persetubuhan terhadap anak itu merupakan kejahatan luar biasa. Kalau pun ada perjanjian perdamaian yang dilakukan antar pihak korban dan pelaku, itu hanya meringankan dalam persidangan bukan menghilangkan pidana,” tegas Arist.

Ia memaparkan, pihaknya bersedia untuk mendampingi korban dalam perkara yang menimpa warga Sentul itu. “Komnas PA sangat siap untuk mengawal proses hukum perkara ini. Saya akan tunggu pihak korban untuk melapor secara resmi ke Komnas PA,” tukasnya.

Informasi yang diperoleh, keluarga korban bersama korban telah mendatangi kantor Komnas PA di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk melaporkan perkara ini. (di)

Comments