TUNGGU JAM TAYANG, PARKIR TRUK TAMBANG MAKIN PANJANG

RUMPIN – Pemberlakuan jam tayang (jam operasional) melintas bagi truk angkutan tambang, ternyata membuat dampak kemacetan di jalur jalan penghubung Rumpin – Gunungsindur. Hal ini pun berdampak pada aktifitas warga.

“Jujur saja mas, kendaraan tambang memang sangat mengganggu aktifitas warga. Sudah ngebul, macet, dan jalan cepet rusak, membahayakan pengguna jalan yang lainnya.” Ujar warga Rumpin yang minta namanya disamarkan kepada wartawan, Minggu (1/4/2018).

Kemacetan akibat antrian parkir kendaraan tambang juga dikeluhkan Sani (28) seorang ibu rumah tangga warga Gunungsindur. “Mulai sore sekitar jam 17.00 WIB, itu ratusan truk tambang parkir di pinggir jalan. Jadi macet dan bikin pusing.” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika malam hari dan jam tayang sudah dimulai, jalan raya Atma Asnawi sontak dipenuhi lalu lalang kendaraan tambang. “Warga sangat sulit untuk sekedar keluar malam karena badan jalan dipenuhi tronton.” Ungkapnya.

Hal senada disampaikan seorang warga lainnya M pay (42). Menurutnya, seharusnya pihak DLLAJ bisa memberikan alternatif tempat parkir, saat para sopir truk tronton menunggu jam tayang/operasional melintas. “Terus petugas Dishub atau DLLAJ juga jarang ada di jalur jalan Gunungsindur. Padahal ini tugas mereka.” Tandasnya.

Terpisah, Kepala UPT wilayah Bogor Purwakarta pada DLLAJ Provinsi Jawa Barat Bambang Hermawan mengaku baru mengetahui ada kesepakatan jam tayang di wilayah jalur tambang tersebut. “Saya baru tahu. Nanti saya cek dulu ke rekan – rekan DLLAJ Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Bambang juga mengaku belum menerima usulan adanya rencana pembuatan kantung parkir. Wacana tersebut pernah terlontar dari seorang pejabat di DLLAJ Kabupaten Bogor. “Wacana pembuatan kantung parkir juga saya belum terima laporan. Tapi soal jalur lintasan tambang memang sedang dibahas. Apa programnya, masih off the record. Karena perlu kajian yang mendalam.” Pungkasnya. (MUL)