Buku #AbdiBogor Diluncurkan, Ini Pesan Mendalam Bima Arya Selama Memimpin Kota Bogor

 

bogorOnline.com

Calon Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, meluncurkan buku berjudul Bima Arya #AbdiBogor di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Senin (28/5/18). Dalam bukunya itu Ia menceritakan bagaimana suka duka menjadi seorang pemimpin. Bima mengungkapkan, sebagai seorang Walikota bukan hanya soal bagaimana membangun kota, merubah orang-orang melainkan juga merubah diri sendiri.

“Tugas pemimpin adalah membuat keadilan. Menjadi walikota bukan hanya tentang mengubah orang kota tapi juga dapat mengubah diri sendiri. Membuat orang lain lebih baik Insyallah membuat kita lebih baik dari hari kehari,” kata Bima saat memberikan sambutan.

Wakil Ketua Partai Amanat Nasional itu juga mengakui bahwa banyak perubahan dalam dirinya setelah menjadi walikota. Namun ada hal yang tidak berubah yakni sesuai dengan pesan almarhum ayahnya yang harus memanfaatkan hidup dengan baik.

“Banyak hal yang berubah ketika saya jadi walikota tapi ada satu hal tetap saya yakini sampai kapan pun karena ini amanat dari bapak saya, hidup hanya sekali, hidup jangan diperbudak materi uang bukan segala galanya,” ungkap Bima.

Ia juga mengungkapkan, banyak mendapat inspirasi dari sejumlah pemimpin di bebagai tempat lainnya di Indonesia seperti Walikota Sirayabaya Tri Rismaharini, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan juga Nurdin Abdullah selaku Bupati Bantaeng.

“Saya terinspirasi dengan Ridwan Kamil, dan Risma bagaimana dia menggerakkan warga Surabaya. Azwar Anas, bagaimana mendorong birokrasi, Nurdin Abdullah di Bantaeng mengubah kota Bantaeng yang sangat ramah,” ungkapnya.

Buku Bima sendiri ditulis oleh sahabatnya penulis Fenty Effendy. Fenty mengatakan buku tersebut merupakan buku kedua yang ditulisnya untuk Bima. Yang pertama ia tulis pada 2013 dimana saat itu Bima yang masih menjadi pengamat politik memutuskan untuk terjun menjadi pejabat publik.

“Saya menulis buku pertama tentang Bima Arya 2013, ketika dia memutuskan untuk hijarah dari pengamat menjadi pejabat publik ini kelanjutan apa yang ia cita-citakan di kotanya Bogor,” kata dia.

Peluncuran buku tersebut juga turut di hadiri Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Mantan Menko Maritim RI Rizal Ramli, Politisi PAN Dede Yusuf dan Wanda Hamidah. Selain itu, hadir juga sejumlah elite politik lokal Kota Bogor, diantaranya Tauhid J Tagor (Ketua Golkar Kota Bogor), Ferro Sopacua (Politikus Demokrat Kota Bogor) dan tokoh-tokoh masyarakat serta pemuda Kota Bogor yang tergabung dalam Bogor Sahabats (Bobats) diantaranya Hazairin Sitepu (CEO Radar Bogor), Guntur Santoso (Pengusaha Kota Bogor), Muzakir (Ketua HIPMI Kota Bogor). (Ist)

Comments