Ditanya Dugaan Pelayanan Yang Membuat Meninggal Dunia, RS Bina Husada Malah Maburrrr

CIBINONG-

Pihak Rumah Sakit (RS) Bina Husada Cibinong yang berlokasi di Jalan Raya Mayor Oking Jaya Atmaja KM.1 No.101, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Nampak takut dipertanyakan soal dugaan salah satu anggota Organisasi Masyarakat (Oramas) meninggal dunia akibat tidak dilayani secara medis.

Kenyataan tersebut seperti penjelasan dari Hubungan masyarakat (Humas) RS Bina Husada
Yuni saat ditemui awak media. Usai melakukan mediasi dengan Ormas di Polsek Cibinong. Dengan melontarkan kalimat pihaknya tidak bisa
bisa menjawab, apa yang dituduhkan ke Rumah sakit yang ia kelola.

“Nanti ya sekarang kita belum bisa jawab,” ujar Yuni sambil berjalan cepat meninggalkan kantor Polsek Jumat (25/5/18).

Sebelumnya, Kapolsek Cibinong Kompol Aam Handian mengatakan, pihaknya memang tengah memediasi Organisasi Masyarakat (Ormas) dan pihak Rumah Sakit (RS) Bina Husada Cibinong terkait masalah yang terjadi pada Rumah Sakit tersebut. Sebab aksi protes yang dilakukan oleh kuliahan oramas dengan mendatangi RS juga sempat menimbulkan kemacetan.

“Jadi kami menyarankan agar kedua belah pihak
melakukan mediasi di Polsek,” singkatnya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya Jumat (25/5/18).

Kedatangan puluhan anggota Organisasi masyarakat (Ormas) ke Rumah Sakit (RS) Bina Husada Cibinong guna menuntut pihak Rumah sakit, yang diduga sudah membuat salah satu anggotanya bernama Wahyudi (43) meregang nyawa. Hal itu seperti penjelasan dari Ketua PAC Ormas wilayah Gunungputri Usmar Jabir mengatakan, kedatangan pihaknya ke Bina Husada untuk menuntut atas buruknya pelayanan rumah sakit, yang sudah membuat anggotanya. Sampai meninggal dunia akibat lambatnya penanganan medis.

“Awalnya anggota saya kemarin sakit jantung, saran dokter harus segera dimasukin ke ICU, karena menurut dokter pasien ini sudah kritis. Maka istri almarhum daftar ke bagian administrasi dan harus ada dana sebesar 10 juta. Sedangkan istri almarhum hanya membawa uang sebesar 300 ribu. Namun secara tiba-tiba rumah sakit, malah mengatakan kamar sudah penuh,” kesalnya saat ditemui bogorOnline.com.(rul)

Comments