HARGA KEBUTUHAN POKOK MULAI MEROKET NAIK

PARUNG – Menjelang awal bulan Ramadhan tahun ini, harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional mulai merangkak. Hal ini terlihat dari melonjaknya beberapa harga jenis bahan pokok yang dijual di pasar – pasar tradisional.

Seperti diungkapkan salah seorang pengunjung pasar Parung, salah satu pasar tradisional di wilayah Utara Kabupaten Bogor. “Memang sudah ada kenaikan harga. Terutama beras, sayuran, dan ikan atau daging.” Ungkap Lia (39) seorang pengunjung pasar Parung kepada wartawan, Selasa (15/5/2018).

Sementara seorang pedagang sayuran Idrus (41) mengatakan, kenaikan harga jual dipicu karena meningkatnya jumlah pembeli kebutuhan pokok tersebut. “Biasalah mas. Kalau mau puasa kan masyarakat pada munggahan (mengawali puasa-red). Harga naik, karena dari pengirim juga harganya sudah naik.” Ungkap Idrus yang menjual berbagai bahan sayuran seperti cabai, bawang dan lain – lainnya.

Dia mengakui, beberapa hari terakhir, omset hasil penjualan nya memang mengalami kenaikan. “Meski kita belanja juga harganya naik, jadi ya tetap saja kalau untung mah biasa. Cuma pendapatan jumlah aja yang meningkat.” paparnya.

Terpisah, Eko Romli Wahyudi Direktur Utama PD Pasar Tohaga juga mengakui adanya kenaikan harga sejumlah jenis bahan pokok kebutuhan masyarakat. Dia memaparkan, dari data yang dimiliki BUMD ini, beberapa jenis komoditas memang mayoritas mengalami kenaikan harga. “Kenaikan harga variatif. Kami akan update terus harga kebutuhan pokok setiap dua kali dalam seminggu,” ujarnya.

Eko menjelaskan, dalam dua minggu terakhir ini, jenis harga bahan pokok yang paling meningkat harganya adalah bawang merah, dari Rp.28.000/kg menjadi Rp.35.000. Lalu cabe rawit hijau dari harga Rp.25 ribu menjadi Rp.32 ribu, cabe rawit merah dari Rp.35.000 menjadi Rp.40.000 per kilo. Kenaikan signifikan juga terjadi pada harga daging ayam ras dari Rp.35.000 menjadi Rp.40.000. “jenis komoditi lainnya relatif stabil dan kenaikannya standar.” pungkasnya. (MUL)

Comments