Pembangunan Transmart Tajur Tetap Berjalan?

Sidak dan Imbauan Plt Walikota Usmar Harimar Tak Dianggap Kontraktor

bogorOnline.com

Peringatan keras yang sudah diberikan Pemkot Bogor terhadap berbagai aktifitas pembangunan di Transmart Tajur beberapa waktu lalu agar seluruh aktifitas dihentikan total, sama sekali tidak diindahkan oleh pihak kontraktor pelaksana di lokasi pembangunan.

Aktifitas pembangunan tetap berjalan dan dilakukan pada malam hari di lokasi tersebut. Contohnya, banyak kendaraan keluar masuk ke lokasi proyek dan diduga melakukan aktifitas di dalam.

Menyikapi masih adanya aktifitas pembangunan di Transmart Tajur, pihak Satpol PP Kota Bogor mengancam akan segera menyegel seluruh lokasi proyek pembangunan.

“Kalau masih ada aktifitas disana, maka kita akan lakukan penyegelan,” tegas Kabid Gakperda Satpol PP, Dani Suhendar, Rabu (30/5/18).

Ia menjelaskan, sejak tanggal 21 Mei 2018, Dinas Perumkim Kota Bogor sudah melimpahkan berkas ke Satpol PP. Selain itu, pihak Transmart Tajur juga sudah menandatangani surat pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak akan melakukan aktifitas pembangunan. Artinya konsekwensinya sudah jelas bahwa jika masih ada aktifitas pembangunan, maka tindakan tegas polisional akan dilakukan.

“Kita akan menurunkan petugas untuk memeriksa aktifitas disana, dan kalau memang betul ada aktifitas, langsung akan dilakukan penyegelan,” jelasnya.

Pelanggaran yang dilakukan pihak Transmart Tajur sangat berat yakni telah melakukan aktifitas pembangunan tanpa mengantongi IMB. Teguran sudah beberapa kali diberikan, bahkan hingga teguran keras. Tinggal tindakan polisional penyegelan apabila pihak Transmart Tajur masih melakukan aktifitas pembangunan.

“ini kan sedang proses, pihak Transmart Tajur seharusnya mengikuti aturan yang ada,” ujarnya.

Terpisah, Komisi III DPRD Kota Bogor meminta agar Satpol PP menyiagakan petugas di lokasi pembangunan dan menindak secara tegas jika memang terbukti ada aktifitas pembangunan kembali.

“Harus ditindak tegas dan disegel, agar aktifitas pembangunan disana betul-betul berhenti total,” tegas Ketua Komisi III Shendy Pratama.

Ia menambahkan, persoalan pembangunan Transmart Tajur sudah masuk ke dalam pembahasan komisi dan akan segera diambil langkah langkah, baik melakukan peninjauan ke lapangan dan kajian kajian.

“Kita sedang kaji dan sudah masuk kedalam pembahasan komisi. Kita juga sedang mengagendakan melakukan inspeksi ke lokasi pembangunan,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi I akan segera menggelar rapat bersama dengan berbagai pihak, utamanya SKPD di Pemkot Bogor tentang pembangunan Transmart Tajur. “Kita akan gelar rapat bersama dan menghadirkan sejumlah dinas seperti DPMTPSP, Satpol PP dan Dinas Perumkim,” kata Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Ia mengatakan, aspek perizinan terhadap aktifitas sebuah bangunan sangat vital. Berdasarkan Perda yang ada, pembangunan apapun harus memiliki dulu perizinan, apalagi pembangunan pusat perbelanjaan. Beraninya pihak Transmart melakukan aktifitas pembangunan tanpa memiliki IMB, harus diusut tuntas dan diberikan sanksi tegas oleh Pemkot Bogor.

“Kalau memang sudah membangun tapi belum memiliki perizinan, maka harus diberikan sanksi tegas. Kita akan tanyakan nanti, proses perijinannya sudah sejauh mana, jangan-jangan berkas perizinannya saja belum masuk ke dinas,” ucapnya. (Ist)