Rindu Siap Bantu Jajanan Tradisional Tembus Ritel

Majalengka – Geliat perkembangan olahan kuliner di pelbagai daerah khsususnya di Jawa Barat membuat jajanan khas tradisional mulai kehilangan peminat. Turunnya permintaan ini secara otomatis juga membikin keberadaan mereka terancam tenggelam di pasaran.

Salah seorang pedagang Opak dan Rengginang di Pasar Rajagaluh, Kabupten Majalengka, Ocah (50) mengatakan, pendapatannya mulai menurun sejak beberapa tahun ke belakang. Penyebabnya, terjadi pergeseran selara masyarakat yang mulai beralih meminati produk olahan-olahan baru.

“Sekarang udah mulai susah cari pembeli, jadi usahanya begini-begini aja, enggak berkembang. Penurunannya drastis sekali karena orang-orang sudah suka sama jajanan-jajanan yang modern,” kata Ocah di Pasar Rajagaluh, Minggu (3/6/2018).

Ocah bukan sama sekali tak punya itikad mengubah peruntungannya. Ia mengaku kesulitan mengembangkan inovasi dan taktik pemasaran produk lantaran keterbatasan akses terhadap modal. Jika memiliki modal berlebih, Ocah tak akan sungkan mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Terkait hal tersebut, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan jika pasangan Rindu telah mempersiapkan sejumlah program untuk membantu para pedagang kecil seperti Ocah dalam mengembangkan usahanya. Instrumen permodalan itu salah satunya digulirkan melalui program Kredit Mesjid Sejahtera.

Program Kredit Mesra ini dikhususkan bagi kalangan ibu-ibu yang memerlukan pinjaman tanpa jaminan. Untuk mendapatkan pinjaman, mereka cuma perlu membaca Alquran sejumlah juz tertentu sesuai dengan kebutuhan nominal pinjaman.

Ibu-ibu diwajibkan membaca satu juz untuk pinjamanan Rp1 juta, dua juz untuk Rp2 juta, dan seterusnya. Mereka bisa melakukan hal tersebut di masjid-masjid yang nantinya ditunjuk.

“Ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan membantu kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti para pedagang kecil yang kesulitan mengembangkan usaha akibat kekurangan modal. Kredit Mesra ini bisa jadi solusi,” kata Uu.

Terkait dorongan di bidang pemasaran, Uu mengatakan Rindu telah mengkloning program one village one product alias satu kampung satu produk unggulan agar tiap-tiap daerah memiliki produk ciri khas yang menjadi unggulan untuk dipasarkan secara luas.

Lewat program ini, Uu mengatakan para petani, pelaku usaha mikro dan jenis usaha lainnya bakal didorong untuk mengembangkan kreativitas produk dan cara-cara pemasaran sehingga komoditas jualan mereka bisa lebih membahana, termasuk dijual di ritel-ritel modern. Terhadap daerah yang belum memiliki komoditas khas, mereka bakal diarahkan agar bisa membentuk produk ikonik.

“Kami akan bantu agar para pelaku usaha di kampung-kampung ini bisa berinovasi, menyesuaikan dengan perkembangan minat atau permintaan pasar. Tidak hanya pemasaran, termasuk inovasi juga, inovasi di kemasan-kemasan. Kalau kemasan bagus, harga jual bisa lebih tinggi, dan bisa masuk pasar ritel modern,” tukasnya. (adi/*)