Sampai H+7 Lebaran, Truk Dilarang Melintasi Parungpanjang

PARUNGPANJANG – Pemerintah Kecamatan Parungpanjang melarang angkutan tambang truk tronton melintas di Jalan Raya Sudamanik dan Mohamad Toha, mulai H-7 dan H+7 di berlakukannya larangan tersebut, guna memperlancar arus lalu lintas angkutan jalan dan menghidari kecelakaan lalulintas jelang hari raya Lebaran 2018.

Aturan itu tertuang berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara Muspika Masyarakat dan pihak perusahan Quwari pada tahun 2014 lalu. “Jam oprasional truk tronton di berlakukan H-7 dan H+7 mulai pada Jum’at 08/06/2018 ini bebas tidak ada truk tronton pengangkut galian batu – pasir dan tanah tidak boleh lewat, kata Icang Aliyudin Sekcam Parungpanjang, kepada bogoronlune.com, Rabu 06/06/2018.

Icang sapaan akrabnya mengatakan, pemerintah Kecamatan Parungpanjang sudah melakukan sosialisasikan terkait larang truk tronton melintas, kepada pengusaha Quwari dan sopir truk tronton. Jika ada yang melanggar aturan tersebut pihak kepolisian kususnya polsek Parungpanjang dan dinas perhubungan (Dishub) agar menindak atau menilangnya, “katanya.

Lanjut Icang menambahkan, dasar hukum yang sudah di tentukan pada tahun 2014 lalu itu adalah milik masyarakat dan di sepakati bersama pada waktu itu. Larangan itu untuk jam oprasional juga menjelang Lebaran, selain mererai kemacetan arus mudik dan memper lancar penyaluran bahan – bahan poko serta, memberi kenyaman warga yang berbelanja di pasar rakyat Parungpanjang, jadi aturan itu untuk menghidari kecelakasn lalulintas menjelang lebaran, “pungkasnya. (MUL)

Comments