Sosialisasi 4 Pilar, Tb. Soenmandjaja PANCASILA: Benteng Bangsa dari Bahaya Komunisme

BOGOR – Di hadapan para mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang bertempat di aula Yayasan Ummul Qurro Bogor, anggota MPR RI Dapil Jawa Barat V, Tb. Soenmandjaja kembali menggelar acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada (09/09/18) kemarin.
Pertama-tama ia menyampaikan bahwa kita di samping harus bersyukur menjadi Muslim, kita juga harus mensyukuri karunia Allah bahwa kita ditakdirkan sebagai Bangsa Indonesia, sebuah bangsa yang majemuk dan besar. Luas daratanya bahkan menyamai bahkan mengungguli beberapa negara di Asean, Eropah dan Amerika. Di samping jumlah penduduk kita juga tercatat sebagai jumlah penduduk 5 (lima) terbesar di dunia. Khususnya Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk 5,4 juta jiwa, yang tentunya di atas jumlah penduduk 1 negara semisal Singapura, Papua Nugini, atau bahkan Mali, Vanuatu dan sebagainya.
Kita juga harus besyukur memiliki dasar negara Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. Di samping Pancasila bernilai luhur religi yang sangat tinggi, ia juga memiliki nilai luhur sebagai penjaga kebhinnekaan di Indonesia. Dengannya, seluruh bangsa dijamin kebebasannya dalam memilih agama, keyakinan, berorganisasi dan sebagainya, sepanjang tentunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian disampaikan Tb. Soenmandjaja dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di aula yayasan Ummul Qurro di hadapan para mahasiswa.
Bangsa ini pernah mengalami masa-masa kritis di saat pemerintahan sebelumnya, yakni pada masa Orde Lama. Bangsa ini pernah dikhianati oleh putera-puterinya sendiri. Tepatnya kita pernah dua kali dikhianati oleh Partai Komunis Indonesia. Yakni pada tahun 1948 di Madiun dan tahun 1965 di Jakarta. Pancasila yang memiliki sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sangat sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia secara umum. Kita tidak boleh melupakan perjuangan para santri, ulama, dan para kyiai yang tentunya mempunyai andil besar dalam memerdekakan negeri ini. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa boleh jadi menjadi penyemangat perjuangan mereka. Karenanya, menurut salah seorang pimpinan MKD DPR RI itu, Pancasila menjadi benteng yang sangat efektif bagi masuknya ideologi-ideologi asing yang sangat membahayakan persatuan bangsa, misalnya Komunisme.
Karenanya menurut beliau, perlu bagi bangsa ini disadarkan kembali tentang pentingnya pemahaman nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Inonesia. Karena itu pulalah, menurut Tb Soenmandjaja yang juga anggota Komisi III DPR RI ini, MPR melakukan sosialisasi 4 Pilar ini ke seluruh pelosok negeri agar semua lapisan masyarakat bisa memahami dengan benar akan keempat Pilar MPR tersebut, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita akan tetap terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan segenap jiwa raga kita”, demikian bahasa penutup yang disampaikan pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Ibn Khaldun Bogor ini mengakhiri acaranya. (HF)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *