LBH Bogor Bogor Zentoni: KPK Turun Gunung, Tangkap Mafia Porda Miliaran

CIBINONG-

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor Zentoni mengatakan, terkait ketidak jelasan dalam penggunaan Anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat (Jabar) di Kabupaten Bogor yang mencapai miliaran. Hinga menjadi polemik dan dugaan dimasyarakat, adanya penyimpangan dalam pengelolaannya. Oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di PB Porda.

“Maka kami secara tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), turun gunung, untuk menangkap mafia Porda miliaran itu,” tegas Zentoni saat ditemui bogorOnline.com di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Rabu (24/10/18).

Sebelumnya, Ketua Harian PB Porda Rustandi mengatakan, bila masyarakat meragukan soal keterbukaan dana Porda tersebut, adalah dana hibah bersama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena bagian. Dan apakah anda pernah lihat APBD dipaparkan kepada warga mulai dari a,b sampai c. Sedangkan ranahnya dari pihaknya adalah, bagaimana penyusunan hibah itu sama saja dengan yang lainnya tidak berbeda.

“Seperti bahasan dewan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan kemudian itu dipublikasikan juga. Cuman kalau secara detailnya AX rupiah tidak juga pada posisi itu,” kilah Rustandi saat ditemui bogorOnline.com usia menghadiri diskusi Kelompok Kerja Wartawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor di lobi utama gedung Dewan Kamis (27/9/18).

Rustandi menambahkan, karena dana hibah titik beratnya dengan yang lain pada dasarnya sama, sehingga ranahahnya ketika dirinya ingin menyampaikan transparansi itu, pada saat APBD akan ditetapkan, yaitu ketika pada malam harinya dan itu sudah dipublikasikan. Jadi tidak pada posisi, misalkan dana ini, rapat ini sekian X rupiah tidak seperti itu yang harus dijelaskan oleh pihaknya.

“Itulah yang bisa saya jelaskan, seperti itu,” dalihnya.

Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mulai bersuara terkait tidak transparannya Anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) Oktober yang diduga mencapai Rp.155 miliar di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Dispora Pemkab Bogor Yusuf Sadeli mengatakan, mengenai kegiatan olahraga tersebut yang pertama perlu diketahui adalah itu hajat dari Jabar. Sedangkan Kabupaten Bogor hanya menjadi tuan rumah dalam perhelatan itu dan pihaknya sudah menyatakan siap guna acara tersebut.

“Mengenai dana yang diterima bersumber dari Jabar sekitar 10 miliar dan Kabupaten Bogor kurang lebih Rp 133 miliar,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.

Yusuf menambahkan, dana tersebut yang mana pihaknya sebagai penyelenggara sesuai degan Surat Keputusan (SK) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jabar yang telah dibentuk panitia (PB).
Diketuai oleh Bupati Bogor Nurhayanti beserta Propinsi maupun kabupaten, untuk mengelola dana tersebut yang dialokasikan untuk kegiatan pertandingan nanti. Mulai dari pembukan, penyelanggaraan, perangkat pertandingan dan penutupan. Sehingga dirinya rasa semua suduh, diupayakan untuk transparan dana Porda kali ini.

“Ini semua sudah terang menderang,” katanya.

Bupati Bogor Nurhayanti sedang membisu lantaran didemo oleh puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Bogor di depan kantor Pemkab Bogor Kecamatan Cibinong sempat ricuh. Soal bongkar mafia korup Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Rabu (17/10/18).

Hal diatasi nampak jelas ketika bogorOnline.com mencoba menanyakan terkait tuntutan dari Mahasiswa kepada Nurhayanti melalui telepon selulernya hari ini. Tanpa ada kata dan balasan sama sekali dari Pemimpin Kabupaten Bogor itu.(rul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *