PAR Tangkap Dan Penjarakan, Si Pemakan Uang Porda Miliaran

CIBINONG-

Meski Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018 Di Kabupaten Bogor sudah usai, namun permasalah mengenai dana yang berjumlah miliaran tersebut belum selesai.

Hal itu membuat Ketua Ketua Umum Lembaga swadaya masyarakat
Pengembangan Aspirasi Rakyat (LSM-PAR) Khotman Idris mengatakan, masalah dana yang mencapai Rp 155 miliar itu sampai saat ini belum juga bisa transparan. Sehingga membuat masyarakat Bumi Tegar Beriman Iman bertanya-tanya. Hal itu juga yang membuat dugaan adanya bagi-bagi uang Porda oleh sejumlah oknum Pejabat Pemkab Bogor. Membuat dirinya atas nama PAR meminta kepada aparat Penegak Hukum dalam hal ini Ke Polisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segara bertindak, apabila memang terbukti adanya Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Segera tangkap dan penjarakan si pemakan dana Porda tersebut,” tagasnya saat dihubungi bogoOnline.com Rabu (17/10/18).

Sebelumnya, Ketua Harian PB Porda Rustandi mengatakan, bila masyarakat meragukan soal keterbukaan dana Porda tersebut, adalah dana hibah bersama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena bagian. Dan apakah anda pernah lihat APBD dipaparkan kepada warga mulai dari a,b sampai c. Sedangkan ranahnya dari pihaknya adalah, bagaimana penyusunan hibah itu sama saja dengan yang lainnya tidak berbeda.

“Seperti bahasan dewan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan kemudian itu dipublikasikan juga. Cuman kalau secara detailnya AX rupiah tidak juga pada posisi itu,” kilah Rustandi saat ditemui bogorOnline.com usia menghadiri diskusi Kelompok Kerja Wartawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor di lobi utama gedung Dewan Kamis (27/9/18).

Rustandi menambahkan, karena dana hibah titik beratnya dengan yang lain pada dasarnya sama, sehingga ranahahnya ketika dirinya ingin menyampaikan transparansi itu, pada saat APBD akan ditetapkan, yaitu ketika pada malam harinya dan itu sudah dipublikasikan. Jadi tidak pada posisi, misalkan dana ini, rapat ini sekian X rupiah tidak seperti itu yang harus dijelaskan oleh pihaknya.

“Itulah yang bisa saya jelaskan, seperti itu,” dalihnya.

Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mulai bersuara terkait tidak transparannya Anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) Oktober yang diduga mencapai Rp.155 miliar di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Dispora Pemkab Bogor Yusuf Sadeli mengatakan, mengenai kegiatan olahraga tersebut yang pertama perlu diketahui adalah itu hajat dari Jabar. Sedangkan Kabupaten Bogor hanya menjadi tuan rumah dalam perhelatan itu dan pihaknya sudah menyatakan siap guna acara tersebut.

“Mengenai dana yang diterima bersumber dari Jabar sekitar 10 miliar dan Kabupaten Bogor kurang lebih Rp 133 miliar,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.

Yusuf menambahkan, dana tersebut yang mana pihaknya sebagai penyelenggara sesuai degan Surat Keputusan (SK) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jabar yang telah dibentuk panitia (PB). Diketuai oleh Bupati Bogor Nurhayanti beserta Propinsi maupun kabupaten, untuk mengelola dana tersebut yang dialokasikan untuk kegiatan pertandingan nanti.

Mulai dari pembukan, penyelanggaraan, perangkat pertandingan dan penutupan. Sehingga dirinya rasa semua suduh, diupayakan untuk transparan dana Porda kali ini.

“Ini semua sudah terang menderang,” tambahnya.(rul)