Soal Pabrik Batik Buang Limbah Ke Sungai, EGI GW : Kita Lihat Siapa Yang Menyerah

 

CIBINONG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa berang dengan aksi sejumlah pabrik batik yang tetap membandel membuang limbah ke sungai Cimanceuri dan Cimatuk, Kecamatan Parungpanjang. Egi meminta agar Bupati Bogor turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.
“Ini sudah ditangani DLH, ditangani Satpol PP tapi tetap saja melakukan hal yang sama, saya akan surati Bupati Bogor agar menyikapi masalah ini,” katanya.

Egi menambahkan, pembuangan limbah industri ke sungai adalah pelanggaran yang tidak boleh dibiarkan. Karena itu, dirinya tidak akan mundur memperjuangkan hak masyarakat untuk sungai yang bebas limbah. “Tidak ada kata mundur, kita lihat saja siapa yang akan menyerah,” tegasnya.


Sementata itu, Budi Mulyawan Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan (PHPL)) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor menjelaskan, dalam kasus dugaan pencemaraan sungai Cimanceuri, DLH sudah melakukan verifikasi lapangan dan melakukan pembinaan kepada para pelaku kegiatan tambang. “dan pada tanggal 17 Juli 2018 DLH telah mengirimkan surat kepada Sat Pol PP perihal penutupan kegiatan usaha bagi mereka yg tidak berijin,” ungkapnya.

Sementara untuk kasus dugaan pencemaran sungai Cimatuk, DLH sudah melakukan verifikasi lapangan dan telah mengambil sample air. “Pada tanggal 17 Juli 2018, DLH telah mengirimkan surat kepada Sat Pol PP untuk dilakukan penutupan bagi usaha yang tidak berijin.” jelasnya.

Terpisah, dikonfirmasi adanya pencemaran dan banyaknya perhatian masyarakat terhadap hal tersebut, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho tidak memberikan keterangan dan penjelasan apapun. Agus Ridho hanya memberikan jawaban singkat. “Hari Kamis (4/10) di rapatkan.” jawabnya melalui pesan WhatsApp.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa sungai dan anak sungai di wilayah Kabupaten Bogor telah tercemar limbah produksi dari berbagai kegiatan usaha atau perusahaan. Bahkan salah satu anak sungai Cimanceuri yaitu Kali Cimatuk yang melintasi Desa Lumpang dan Gintung Cilejet Kecamatan Parungpanjang, kondisi airnya saat ini sudah berubah menjadi hitam pekat akibat pencemaran dari limbah pabrik atau usaha batik. Hal ini pun membuat warga sekitar aliran sungai resah dan marah. (MUL)