FORUM KESERASIAN SOSIAL BINA WARGA DESA PARUNGPANJANG KEMBALI GELAR SARASEHAN

 

PARUNGPANJANG – Forum Keserasian Sosial Bina Warga Desa Parungpanjang kembali menggelar acara Sarasehan Keserasian Sosial. Acara yang bertema meningkatkan Harmoni Dalam Keberagaman Untuk Mewujudkan Masyarakat Aman Damai dan Sejahtera berlangsung di halaman Sekolahan Menengah Kejuruan (SMK) Bina Putra Mandiri Desa Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang, Senin (26/11).

Acara tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat se-Kecamatan Parungpanjang, hadir dalam kegiatan ini, Ketua MUI Kecamatan Parungpanjang Kyai Adnan, Pelukis Ridwan Manantik, ketua BPD Desa Parungpanjang Tb Ule Sulaeman, Aktivis Bogor Barat Uun dan Muspika Kecamatan Parungpanjang, Senin 26/11/2018.

Kegiatan ini merupakan, berlangsung untuk mendengarkan pendapat atau saran para ahli dalam bidang tertentu untuk memecahkan masalah, panitia menghadirkan narasumber ahli dalam bidangnya.

“Hadir sejumlah narasumber ahli dari berbagai kalangan dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor Plt Kepala Dinas Sosial Yanti, Egi Gunadhi Wibhawa, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dan Muspika Kecamatan Parungpanjang, “kata Aryanto ketua panitia pelaksana kepada bogoronline.com, di sela-sela acara tersebut.

Egi Gunadhi Wibhawa mengatakan, sarasehan keserasian soal ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagai mana menjaga keserasian.

Walaupun kita memiliki latar belakang suku, ras, agama, profesi yang berbeda-beda. Mengenai salah satu hal taknis yang bisa dilakukan oleh Pemerintah adalah persoalan fisik seperti, memperbaiki infrastruktur jalan, jembatan dan saluran air.

“Sebelum ada saluran, air itu tumpah ke pemukiman warga, sekarang salurannya sudah ada dan mudah-mudahan bisa mengatasi banjir atau kerugian yang di hadapi oleh warga. Jadi Air yang dari pasar Parungpanjang kesini arahnya, “ucapnya.

Disinggung soal warga perumahan mengeluh mengenai infrastruktur jalan yang rusak Egi mengatakan, jalan utama di perumahan-perumahan sekarang sudah mulai ada pembangunan. “Kalau jalan kecil yang berada di dalam warga sudah sepakat untuk memperbaik dengan bergotong royong,” ujarnya.

Selain itu, Egi juga mengatakan, tanah fasos dan fasum milik Perumahan untuk pembangunan Rumah Sakit sudah diserahkan kepemerintah. Tahap selanjutnya, tinggal memasukan perencanaan pembangunan rumah sakit ke dalam program pembangunan daerah.

“Penyerahan tanah fasos fasum tanah untuk pembangunan rumah sakit, sekolah dan gedung serba guna sudah diserahkan ke pemerintah. Itu sudah diserahkan semuanya, “jelas Egi.

Dalam acara terseb, Forum Keserasian Sosial Bina Warga Parungpanjang bersama Egi serta Pemerintahan setempat dan masyarakat meresmikan saluran air dengan menggunting pita. (MUL)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *