PENJUAL GORENGAN TERTIPU PENGEMBANG PERUMAHAN MURAH DI KAWASAN GUNUNGSINDUR

 

GUNUNGSINDUR – Merasa tertipu, seorang ibu paruh baya penjual gorengan menangis lantaran uang sebesar 30 juta rupiah hasil dari jualan gorengan yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun dan dibelikan rumah dipastikan raib. Uang itu diduga dibawa kabur oleh pengembang perumah Bumi Berlian Asri (BBA) di kawasan Desa Curug Kecamatan Gunugsindur.

Wanita bernama Usmiati (48) warga Sudimara Tangerang Selatan (Tangsel) ini, bersama suaminya mendatangi perumahan tersebut untuk mencari pengembang yang sulit ditemui. Usmiati mengaku hanya diberi janji manis selama kurang lebih tiga tahun. Mirisnya uang muka (tanda jadi) senilai puluhan juta pun raib dan rumah yang dijanjikan tak kunjung selesai.

“Uang untuk DP itu saya kumpulkan dari hasil jual gorengan dan bantu-bantu dan kerja membantu service sepeda motor di bengkel. Sedikit demi sedikit uang itu saya kumpulkan selama bertahun-tahun namun tidak ada hasilnya. Uang itu  habis karena kami tertipu oleh orang besar. Kami sebagai rakyat kecil gabisa apa-apa,” ungkap Usmiati kepada sejumlah wartawan di lokasi perumahan BBA, Rabu (28/11/2018).

Dengan terbata – bata, Usmiati menveritakan awal mula kasus penipuan yang dialaminya. Saat menyerahkan uang muka, dirinya menerima bukti  tanda terima. Kemudian dirinya ditunjukan sebuah bangunan rumah yang baru yang masih dalam proses pembangunan. Namun saat ini kondisi bangunan itu sudah banyak yang rusak karena  tidak terurus.

Dia juga menuturkan, konsumen rata rata adalah warga Tangsel dan Bogor. Usmiati berharap agar pengembang segera melakukan itikad baik dengan menepati janji.

“Kalau tidak rumah, kita inginkan uang kembali. Seandainya uang kami tidak kembali yang penting kami dapat rumah untuk warisan anak-anak kami. Kita orang miskin tidak punya apa-apa lagi.” ujarnya sambil berurai air mata.

Hal serupa dituturkan Iksan (43) yang juga menjadi korban dugaan penipuan dari pengembang perumahan tersebut. Dia mengatakan sejak bulan November 2015, dirinya sudah memasukan uang muka sebesar Rp 35 juta.

“Guna menuntut hak, kami  juga sudah menggunakan pengacara dan sudah melaporkan hal ini ke Polres Tangsel. Infonya saat ini penanggung jawab perumahan berinisial JM sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polisi.” ujarnya.

Dikonfirmasi hal ini, Camat Gunungsibdur Yodi MS Ermaya mengaku belum mengetahui secar jelas permasalahan tersebut. Dia mengatakan kalau soal dugaan penipuan tentu bukan kewenangan pihaknya.

“Namun kita akan periksa ijin perumahannya tersebut. Besok kita akan turunkan Satpol PP kel okasi perumahan, untuk periksa terkait perijinannya.” Pungkas Camat Yodi. (MUL)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *