RS Annisa Akui Kesalahan Tehadap Pasiennya Dan Kembali Merawat Naili Zulpa

CITEUREUP-

Humas RS Annisa Yani Mulyani mengatakan, pihaknya mengakui bahwa ada kesalahan terhadap pasiennya yang bernama Naili Zulpa ( 9 bulan), warga Kampung Nyangkokot, RT01/05 Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Karena masih ia menjelaskan, secara reregulasi memang harusnnya pasien BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) tidak dipungut biaya ambulance dan seharusnya pihak rumah sakit merujuknya ke tipe B lanjut ke tipe A kalau tidak ada.

“Tetapi kondisinya kami sudah mencari ke tipe B itu namun penuh semua,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya Jalan Raya Karanggan No. 02, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup kemarin.

Yani menambahkan, pihaknya juga sudah mencoba mencarikan dan ini hanya misskomunikasi di sini dalam hal administrasi rujukan. Harusnya membuat dulu rujukan onlinrnnya, kalau memang ke RSCM harus ads rujukannya onlinennya. Kedua kejadian hari itu dirinya sedang pada libur. Sebagian karyawan juga libur. Sehingga tidak terlayani dengan baik. Masih dirinya menambahkan, ini hanyalah salah paham dan saat ini RS bersama keluarga pasien sudah nyambung bahkan si anak sudah kembali dirawat dengan baik.

“Kami di sini ada miss komunikasi dari pihak kita ke RSCM. Terkait pembayaran
memang kita mengakui salah bahwa seharusnya pasien itu tidak disuruh bayar kami mengakui itu dan uangnya juga sudah dikembalikan,” tambahnya.

Sebelumnya, memang susah jadi orang miskin mau berobat saja harus ke Pontang-panting hal tersebut seperti yang dialami Naili Zulpa. Buah hati pasangan Cep Lani dan Eva Marlina warga Kampung Nyangkokot, RT01/05 Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Cep mengatakan, kejadian yang hampir saja merenggut nyawa anaknya itu berawal ketika sang bayi mengalami gelagak aneh. Ketika usai menyusui mendadak Naili sesak nafas sambil meronta-ronta dan dirinya langsung membawa si anak ke Rumah Sakit (RS)
Annisa, Jalan Raya Karanggan No. 02, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup belum lama ini.

Masih Cep menerangkan, sesampainya di Rumah Sakit tersebut anaknya hanya dikasih oksigen dan dicek, tapi tidak dikasih obat. Justru malah di rujuk ke
ke RSCM Jakarta dengan menggunakan Ambulance yang dipungut biaya Rp 2 juta plus tambahnya 200 ribu. Anehnya lagi lanjut ia menjelaskan, sesampai di Jakarta pihak RS mengatakan tidak ada itu rujukan dari Annisa untuk anaknya.
Sehingga dengan pasrah dirinya bersama sang istri pulang ke RS Annisa.

“Sampai Annisa malah saya dicuekin, katanya sudah dirujuk malah balik lagi. Sekarang bagai mana ga balik lagi orang sudah sampai di sana malah ga ada rujukan yang masuk,” kesalnya saat ditemui bogorOnline.com di Citeureup Senin (5/11/18).

Berdasarkan kwitansi yang bertuliskan
Pratama Ambulance Service yang sudah ditangani oleh petugasnya terlihat jelas dan nyata bahwa pasien Rumah Sakit (RS) Annisa, Jalan Raya Karanggan No. 02, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor yang di
Pontang-panting bernama Naili Zulpa (8 bulan). Harus membayar pungutan sebesar 2 juta rupiah belum lama ini.
Eva Marlina ini dari Naili warga Kampung Nyangkokot, RT01/05 Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup mengatakan, memang dirinya terpaksa harus bayar biaya Ambulance tersebut. Ketika harus dirujuk oleh RS Annisa Ke RSCM Jakarta, walaupun sesampainya di sana juga ditolak. Lantaran surat rujukan dari Annisa tidak masuk ke RSCM sama sekali.

“Mau gimana lagi pa, namanya orang kecil di suruh bayar ya kita iya saja, walaupun nyari duit segitu susahnya minta ampun,” kesalnya saat ditemui bogorOnline.com di Rumah Sakit Senin (5/11/18).

Saat bogorOnline.com mencoba menanyakan kejadian di atas ke RS Annisa melalui bagian Customer Service bernama Noviani malah mengatakan, Humasnya Yani Mulyani sedang tak ada di tempat. Kalau datang pagi saja di jam kerja.

“Saat ini sudah pulang semua tidak ada yang bisa ditemui,” katanya kepada Wartawan di lokasi.(rul)