Kualitas Kian Meningkat, Perhutani Serahkan Sertifikat Standarisasi Pengelolaan Usaha Wisata Alam “CANOPY” Tahun 2018

JAKARTA| Direktur Operasi Perum Perhutani Hari Priyanto bersama Bupati Kabupaten Ngawi, Budi Sulistyono menyerahkan Sertifikat Standarisasi Pengelolaan Usaha Wisata Alam “CANOPY” Tahun 2018 kepada masing-masing penanggungjawab dari tujuh lokasi wisata yang telah memenuhi standar bertempat di Wana Wisata Srambang Park Jawa Timur, Kamis (06/12).

Tujuh lokasi wisata yang mendapat sertifikat tersebut adalah Kawah Putih, Cikole, Curug Cilember, Puncak Bintang, Guci Ashavana, Srambang Park, dan Tanjung Papuma.
Penyerahan sertifikat ini merupakan tindak lanjut implementasi dari launching CANOPY yang telah dilaksanakan pada 11 November 2017.

CANOPY merupakan brand atau identitas yang menaungi beragam karakter wisata alam Perhutani dengan jaminan standar produk, pelayanan dan pengelolaan yang profesional dan berkualitas. Hal ini merupakan komitmen manajemen untuk terus meningkatkan mutu produk dan layanan wisata alam. Lokasi berstandar CANOPY menawarkan pengalaman berwisata yang menyenangkan, bersih, dan penuh petualangan (fresh, fun, adventure).

Wana Wisata Srambang Park yang mempunyai luas 11,6 ha dengan objek utama air terjun Srambang menjadi lokasi penyerahan sertifikat mewakili lokasi lainnya karena pemandangannya yang indah, bersih, sejuk, dan nyaman bagi pengunjung. Pada kesempatan ini pula dilaksanakan peresmian Kantor Pengelola Srambang Park yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Direktur Operasi Perum Perhutani Hari Priyanto.

Hari Priyanto menyatakan bahwa pelaksanaan audit standarisasi CANOPY dilakukan oleh tim auditor internal yang telah memiliki sertifikat audit dari TUV Rheinland, sebuah organisasi swasta di bidang layanan pengujian, inspeksi dan sertifikasi yang berkantor pusat di Cologne, Jerman. Lokasi wisata yang lulus audit dan memperoleh sertifikat dapat menggunakan brand CANOPY selama dua tahun.
“Rebranding ecotourism dengan CANOPY yang telah dimulai sejak tahun 2017 untuk pengelolaan wisata alam Perhutani adalah bagian dari transformasi bisnis perusahaan yaitu restrukturisasi bisnis. Kita ingin menghadirkan alternatif tempat liburan bernuansa alam di hutan yang membuat pengunjung mendapatkan pengalaman berwisata yang menyenangkan, bersih, dan penuh petualangan. Bisnis wisata alam kita yang jumlahnya 641 destinasi itu, terus kita tingkatkan dengan cara melakukan standarisasi yang lebih profesional dan berkualitas. Untuk itu kita terus mengupayakan agar semakin banyak wisata Perhutani yang mengikuti standar CANOPY. Dari sektor pendapatan pun sudahterlihat peningkatan yang cukup signifikan sejak diluncurkannya brand baru pengelolaan wisata ini”, jelas Direktur Operasi Perhutani.

Pendapatan bisnis wisata Perhutani sampai dengan bulan Oktober tahun 2018 sebesar Rp 153 miliar dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 13,3 juta orang, meningkat 37% dibanding periode yang sama pada tahun 2017 (YoY). Nilai ini diharapkan akan terus meningkat seiring bertambahnya lokasi wisata yang tersertifikasi CANOPY, perluasan kerjasama pemasaran, serta dukungan marketing communication yang intensif.
Dalam pengelolaan objek wisata, Perum Perhutani selalu bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menggunakan sistem sharing. Selain itu, terdapat pula kerjasama berbentuk tripartite antara Perum Perhutani, LMDH dan Pemerintah Daerah ataupun Investor. Adapun kerjasama yang telah dilakukan pada tahun 2018 ini antara lain dengan DPRD Tuban dan DPRD Jawa Timur.
Sejak tahun 2015 Perhutani juga telah memiliki kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pengembangan wana wisata di kawasan hutan.

Kerjasama ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah untuk pengembangan bisnis wisata alam Perhutani menuju kinerja pengelolaan wisata yang lebih baik lagi di masa depan.
Di tahun 2019, Perhutani menargetkan pendapatan wisata sebesar 250 miliar rupiah dan 20 juta kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kita berharap target ini dapat tercapai sehingga dapat mendongkrak pendapatan perusahaan sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia”, jelas Hari. (Kom-PHT/PR/2018-XI-37)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *