SOPIR TRUK TAMBANG BLOKIR JALAN DI PERBATASAN TANGERANG DAN BOGOR

beranda, Headline748 views

PARUNGPANJANG – Pemberlakuan jam oprasional truk angkutan hasil tambang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membuat sejumlah sopir bereaksi memblokir jalan di perbatasan Tangerang dan Bogor. Dampaknya, akses lalu lintas bagi kendaraan roda empat lumpuh di ruas jalan tersebut.

Masyarakat yang merupakan para pengemudi truk tambang memblokir jalan akses dua Kabupaten Tangerang dan Bogor, di jembatan Malangnengah Desa Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang, Jum’at (21/12/2018).

Menurut keterangan salah satu pelaku usaha penghasil Tambang Agus (43) mengatakan, ketika pemberlakuan jam tayang di Tangerang itu tidak seimbang dengan truk tronton yang masuk. Pasalnya
kendaraan truk tronton tersebut sebanyak 4 ribuan melintas dan masuk.

“Dengan adanya jam oprasional dari Pemerintah Tangerang kita tidak bisa apa-apah. Bahkan pembangunan nasional bisa terhambat, pembangunan yang membutuhkan bahan matrial hasil bumi tersebut adanya di wilayah Tangerang dan DKI Jakarta,”katanya.

Agus menambahkan, kami ingin disamakan dengan jam tayang di wilayah Kecamatan Parungpanjang. Kalau aktivitas pada saat jam kerja dan pulang kerja, itu manusiawi, kita juga memahami, tandasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadhi Wibhawa mengatakan, ini ada langkah yang belum dihitung sosialisasinya, tidak di hitung keadilannya. Menurutnya, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar harus mengkaji lagi, jalan mana saja yang harus ditutup.

“Inikan jalan Provinsi hingga ke Cisauk. Harusnya, di terapkan dengan peraturan yang sesuai dengan di keluarkan Gubernur. Tapi ini keputusan Gubernur juga belum tahu seperti apah, “katanya.

Egi juga menuturkan, terkait pemberlakuan jam oprasional truk tambang ini, Bupati Tangerang sudah memberitahukan kepada Bupati Bogor. Namun, harusnya keputusan ini keluatnya bersama dan jangan parsial, kalau parsial jadinya seperti ini.

“Jadi begini, juga tidak mungkin temen-temen dari jam 22 menunggu ada disini, jadinya macet, harusnya bareng. Dan juga memang dari jam jam 05.00 WIB hingga jam 22.00 WIB ini terlalu panjang yang kosongnya dan terlalu pendek untuk temen-temen yang usaha tambang, sehingga rittasi tidak memadai. Jadi harusnya di kaji lagi, “pungkasnya. (MUL)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *