MUSRENBANG KECAMATAN PARUNGPANJANG DISESUAIKAN DENGAN PANCA KARSA BUPATI BOGOR

 

PARUNGPANJANG – Dalam rangka melakukan penyusunan rencana pembangunan wilayah, Pemerintah Kecamatan Parungpanjang menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun pelaksanaan 2020. Dalam giat tersebut, terungkap berbagai usulan kegiatan pembangunan yang disesuaikan dengan Pagu Idikatif Kecamatan (PIK) sebesar Rp15 miliar. Sementara skala prioritas pembangunan di tahun 2020 tersebut masih didominasi bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan infrastruktur jalan.

Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Parungpanjang tersebut, berlangsung di Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Griya Parungpanjang, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang dan dihadiri stakeholders dan dinas terkait dari Pemkab Bogor, Selasa (29/01/2019).

“Alokasi usulan anggaran diantaranya untuk bidang pendidikan sebesar 20 persen dari anggaran pagu indikatif Kecamatan Parungpanjang tahun 2020. Namun, usulan penggunaan anggaran yang lebih besar masih untuk infrastruktur jalan,” kata Icang Aliyudin Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Parungpanjang kepada bogoronline.com

Icang menuturkan, skala prioritas dilakukan karena hasil pembanguna nanti sifatnya lebih dirasakan langsung oleh masyarakat, baik yang menggunakan anggaran anggaran Dana Desa, Bantuan Kabupaten, Bantuan Provinsi atau Dana Aspirasi Anggita Dewan.

“Berbagai usulan-usulan rencana pembangunan tersebut, akan dimasukan ke dalam Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan (SIMRAL) BPPT Kabupaten Bogor, guna mendukung proses pembangunan daerah di Kabupaten Bogor,” paparnya.

Menurut Sekcam Parungpanjang, musrenbang tingkat kecamatan adalah kegiatan rutin yang berfungsi untuk memfasilitasi warga dan pemerintah desa (Pemdes) dalam menyampaikan aspirasi masyarakat di tingkat kecamatan.

“Ini sesuai dengan Program Panca Karsa Bupati Bogor yang akan mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju, Bogor Nyaman, Bogor Membangun, Bogor Maju, Bogor Cerdas, Bogor Sehat dan Bogor Berkeadaban,” pungkas Icang Aliudin. (MUL)