UJI COBA TAHAP KETIGA, BPTJ UBAH PENGATURAN JAM OPRASIONAL TRUK TAMBANG KOSONG

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan RI, mulai memberlakukan uji coba tahap ketiga pengaturan jam operasional angkutan barang. Dalam uji coba kali ini, BPTJ mengubah kebijakan waktu pelaksanaan uji coba pengaturan jam operasional kendaraan angkutan barang tambang di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tanggerang.

Perubahan didalam masa uji coba tahap ketiga ini diberlakukan terhitung mulai tanggal 12 hingga 19 Februari 2019. Dalam peraturan uji coba terbaru ini,  kendaraan angkutan tambang kosong hanya boleh melintas pukul 14.00 WIB hingga 04.00 WIB. Sementara truk angkutan tambang yang berbeda, masih mengikuti aturan yang ada. Seperti diketahui, sebelumnya BPTJ telah melakukan uji coba tahap I pada 29 Januari hingga 4 Februari 2019 dan tahap II pada tanggal 5 Februari hingga 11 Februari 2019 lalu.

“Pemberlakuan uji coba tahap tiga diberlakukan mulai hari ini, selama satu minggu dan ketentuannya ada perubahan yang sebelumnya truk kosong bisa melintas 24 jam. Namun sekarang di batasi,” kata Taviv Hermawan Kabid Wasdal Dishub Kabupaten Bogor saat ditemui di Parung Panjang, Selasa (12/02/19).

Taviv mengatakan, dalam pelaksanaan uji coba tahap dua yang lalu, truk tambang yang kosong bisa masuk dan keluar selama 24 jam. Namun dalam uji coba tahap ketiga ada perubahan ketentuan dengan waktu yang dibatasi.

“Masa berlaku uji coba tahap tiga oleh BPTJ ini hanya berlaku selama satu minggu. Truk tambang kosong boleh melintas dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Sedangkan truk tambang dengan muatan dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB,” jelasnya.

Dari pemberlakuan uji coba truk tambang tahap Ini dan II yang sudah dilaksanakan, sambung Taviv, diketahui dalam perharinya ada kurang lebih sekitar 3 ribu truk kosong dan isi yang lalu lalang. Namun saat ini volumenya sudah mulai berkurang.

“Jumlah truk tambang yang melintas semakin berkurang. Baik yang masuk ke arah Tangerang atau yang keluar, karena adanya pembatasan jam operasional tersebut,” katanya.

Taviv menambahkan, dalam masa uji coba 1, 2 dan 3 tersebut, pihaknya terus menyampaikan setiap masukan yang ditemui di ke pimpinan. Menurutnya, penerapan kebijakan pengaturan jam operasional yang terus dilakukan dengan  masa uji coba tersebut, diharapkan mampu mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah polemik angkutan tambang.

“Kita berharap setelah uji coba selesai, bisa di temukan solusi yang terbaik. Oya, untuk tempat pemberhentian truk tambang bermuatan yang keluar dari arah hulu, BPTJ sudah menetapkan empat pos yaitu mulai dari Kali Cimanceri, Huluwarang, Lebak Wangi dan Puspitek Gunungsindur.” Pungkasnya. (MUL)