Ini Alasan Kenapa Pembangunan SD Negeri Pingku 01 Parungpanjang Belum Selesai

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Terkait belum selesainya Rehab Total proyek pembangunan
Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pingku 01 di Kp. Karehkel RT 04/01 Desa Pingku, Kecamatan Parungpanjang, selama 5 tahun ini. Hal itu dikarenakan, Proyek pengerjaan tersebut tidak sesuai dengan pengajuan, bahkan saat ini, karena tidak adanya anggaran menjadi alasan utamanya.

Berdasarkan keterangan mantan kepala sekolah SD Negeri Pingku 01 Ahyar saat di konfirmasi bogoronline.com, melalui pesan whatsapp, pada Rabu (18/02/19).

Ahyar mengatakan, pembangunan rehab total RKB pada dua ruangan kelas belajar di laksanakan oleh pemborong, dan sudah sesuai rencana anggaran belanja (RAB).

“Betul, pada waktu membangun ruangkelas SD Negeri Pingku 01 di kerjakan oleh pemborong dan sesuai RAB seperti itu,” kata Ahyar.

Ahyar mengaku lupa, saat ditanyakan berapa besaran anggaran untuk rehab total RKB tersebut dan siapa pelaksana pemborongnya. Menurutnya, mungkin arsipnya masih ada di sekolah, karena saya kena periodisasi kepsek, bisa di tanyakan ke dinas yang PHO nya, Pak Edi dari Dinas Kabupaten Bogor.

“Dananya saya lupa, RKB total. Ada yang sama pada waktu itu SD Cikuda satu. Kata dia, iya bisa ditanyakan ke pak Hasan kepala sekolah (KS) nya. Biasa di lanjut,” ungkapnya.

Ahyar melanjutkan, kurang tau lebih jelasnya bapak bisa konfirmasi ke UPT/kordinator Parungpanjang.

“Jadi yang jelas dapet bangunan seperti itu dan saya juga pegang rancangan anggaran belanja (RAB) nya pada waktu itu,” kata dia.

Ahyar menambahkan, memang RABny segitu. Masalah kelanjutannya saya tidak tahu. Pihak sekolah mengajukan bangunannya.

“Tapi alasannya, dananya dapet segitu Juga. Pernah saya, alami seperti di Gorowog 5, seperti itu setaun kemudian di seleseikan,” tandasnya.

Sementara itu kepala sekolah SD Negeri Pingku 01 Romlah mengatakan, arsip RAB rehab total bangunan RKB tersebut tidak ada.

“Tidak ada, rehab yang ga ada pintu sudah, katanya. Kepsek mah ga tahu itu mah urusan pemborong,” ungkap Romlah.

Romlah menjelaskan, saat ini, pihak sekolah memberlakukan dua rombongan belajar (rombel) pagi dan siang.

“kegiatan belajar sekarang di bagi dua rombel, kelasnya juga tidak cukup untuk di gunakan semua murid-murid, kalau di satu rombelkan. Bahkan, ruang kusus guru juga tidak ada, sekarang malah menempati salah satu ruang kelas untuk di jadikan kantor guru sementara,” pungkasnya. (Mul)