IMO-Indonesia Buka Komunikasi Dengan Dewan Pers

 

JAKARTA, bogoronline.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Media Online ( IMO ) Indonesia membuka komunikasi dengan Dewan Pers (DP). Melalui Tim Papat. Tim yang terdiri dari Dewan Pembina Tjandra Setiadji, SH.,MH, Dr. Yuspan Zaluku, SH.,MH, Troy Elevon, SE.,MM serta Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia M. Nasir Bin Umar diterima Anggota DP Agus Sudibyo pada Selasa (16/7) lalu di Gedung DP.

Ketua Umum IMO Indonesi Yakub F. Ismail mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang disampikan oleh DPP IMO-Indonesia kepada ketua Dewan Pers Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh beberapa waktu lalu. Kehadiran Tim Papat menyusul permasalahan hukum yang terjadi antara IMO-Indonesia dengan DP. Hal itu disebabkan terbitnya surat edaran DP yang terkesan merugikan salahsatu pihak.

“Tim papat telah menghadap dewan pers dan diterima dengan baik. Ini merupakan realisasi dari surat yang kami kirimkan kepada dewan pers sebelumnya,” kata Yakub, Kamis (18/7) di Jakarta.

Dewan Pembina IMO-Indonesia Tjandra Setiadji menuturkan, IMO-Indonesia merupakan organisasi badan usaha perseroan pers. Organisasi itu berdiri pada tanggal 27 Oktober 2017 dengan anggota 250 perusahan media di 20 provinsi.

“IMO-Indonesia merupakan organisasi badan usaha perseroan pers dengan anggota lebih dari 250 perusahaan di 20 provinsi. Anggotanya cukup banyak dan organisasi ini berafiliasi dengan Dewan Pers. Makanya, permasalahan ini tidak bisa kita diamkan karena menyangkut kepentingan orang banyak,” kata Tjandra Setiajhi.

Dewan Pembina lainnya menekankan, apabila ada hal yang menyangkut pernyataan sikap maupun pemberitaan media online anggota IMO-Indonesia, kiranya dapat diberikan informasi untuk diklarifikasi. Sehingga tidak menjadi bias dan permasalahan bisa diselesaikan. “Ini juga menjadi catatan buat kedua belah pihak, supaya kedepan tidak terjadi lagi permasalahan baru,” kata Troy Elevon.

“Kami mendorong peran serta IMO-Indonesia menjadi bagian dari organisasi media yang berkebhinekaan dan menepis Hoax serta ujaran kebencian dalam pemberitaannya,” sambung Yusan Zaluku yang hadir dalam pertemuan.

Sementara Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia M. Nasir bin Umar mengharapakan kepada anggota dan pengurus IMO-Indonesia di daerah dapat memberikan nilai tambah akan informasi daerah dan potensinya untuk diangkat dalam pemberitaan nasional. “Itu harapan kami di DPP sebagaimana visi dan misi organisasi,” tandas Nasir. (Yusuf)