bagaimana caranya etika mengendarai mobil

Etika Berkendara yang Harus Diperhatikan Saat di Jalan

Mengemudikan kendaraan tidak hanya soal menginjak gas serta rem, tapi ada beberapa hal penting lain yang harus ketahui. Salah satunya adalah etika dalam berkendara. Agar masuk dalam kategori pengemudi yang baik ada beberapa etika kendaraan yang harus ikuti. Selain bisa menjaga dalam keselamatan etika ini juga mencegah ditilang polisi dan dimarahi pengemudi lain.

1. Agar fokus usahakan tidak menggunakan ponsel

Saat lampu merah atau sedang macet biasanya akan memanfaatkannya untuk membuka HP. Walau hanya sekedar membuka pesan atau menerima panggilan, kebiasaan ini bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara. akan cukup lama merespon mobil yang sudah berjalan atau lampu yang sudah menjadi hijau. Jika ini terjadi tentu akan menjadi pengganggu pengendara di belakang. Akan ada banyak rentetan bunyi klakson yang mengarah ke mobilmu, dan hal itu tentunya kurang menyenangkan.

2. Perhatikan zona zebra cross

Zebra cross diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan saat lampu merah menyala. Peengemudi yang baik tentunya akan berhenti di belakang zebra cross tersebut. Selain tidak membahayakan pejalan kaki, pengendara bisa melihat lampu lintas secara jelas, sehingga bisa menjalankan kendaraan tepat waktu.

3. Kecepatan kendaraan harus stabil

Mengendarai kendaraan dengan kecepatan stabil bisa menjaga keselamatan saat berkendara. Misalnya saat kendaraan di depan mengerem mendadak, tentu bisa diantisipasi dengan cepat. Selain jika berhenti mendadak dengan kecepatan yang tinggi, hal itu akan membuat pengendara lain di belakang menjadi emosi karena kaget.

4. Memberi kode lampu sein saat akan berpindah jalur

Saat akan berpindah jalur, sebaiknya berikan tanda dengan lampu sein selama dua detik sebelumnya. Hal ini perlu dilakukan untuk memberi waktu antisipasi bagi pengendara di belakang, sehingga mereka tidak akan menyusul mobil dan menjaga jarak yang cukup agar tidak terlalu dekat. Saat akan berpindah jalur pastikan tujuan dalam keadaan aman ya.

5. Beri jarak 4 hingga 5 meter pada saat lalu lintas sedang padat

Posisi yang sangat dekat dengan kendaraan di depan akan membuatmu sulit untuk bergerak. Hal ini bisa membuat kendaraan menjadi rawan terbentur. Hal ini tentu saja bisa menyebabkan kendaraanmu dan yang di depan menjadi tergores. Belum lagi harus berhadapan dengan pengemudi yang akan marah karena hal ini. Oleh karena itu jaga jarak saat jalanan cukup padat, dan cara ini bisa terapkan saat sedang mengantri di gerbang tol.

6. Tidak membunyikan klakson secara terus menerus

Etika berkendara yang kerap diabaikan adalah tidak membunyikan klakson terus-terusan. Pengendara lain akan menjadi gelisah dan panik jika melakukan hal ini. Selain itu bunyi klakson yang terlalu kencang bisa menyebabkan polusi suara dan membuat orang di sekitar menjadi tidak nyaman. boleh membunyikan klakson saat dalam kondisi darurat dan benar-benar dibutuhkan.

7. Tidak menggunakan lampu jauh saat hujan

Jika melakukan hal ini, maka pengendara yang lain akan cukup kesulitan melihat pergerakan kendaraanmu. Walau tidak ada dasar hukum yang jelas mengenai penggunaan lampu ini saat hujan, namun secara etika harus mematuhi aturan ini untuk memastikan keselamatan berkendara.

Sayangnya saat ini tidak banyak pengendara yang mampu mematuhi etika tersebut, kenapa tidak dimulai dari diri sendiri sekarang juga? Hal ini bisa coba terapkan secara perlahan, agar menjamin keselamatan saat berkendara.
Kesadaran tentang etika berkendara di Indonesia memang masih minim. Seringkali kita sudah ekstra hati-hati, tapi pengendara lain masih saja sembrono sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Kalau sudah begini, adu ngotot karena kendaraan jadi lecet keserempet gak akan menyelesaikan masalah.

Di saat inilah kita butuh asuransi yang melindungi kendaraan. Ada banyak perusahaan asuransi yang mengeluarkan jenis asuransi khusus untuk pengendara dan kendaraan. Hal ini tentu saja memberi perlindungan lebih bagi diri dan kendaraan.

Jangan ragu untuk berkonsultasi lebih detail ke agen asuransi mengenai asuransi kecelakaan ya, ini untuk menghindari masalah saat klaim nanti.