Kisah Sukses Bakso Pa’de Jangkung dari Dipikul kini Buka 3 Gerai

Kota Bogor – bogorOnline.com

Pria asal Wonogiri yang kini berusia 50 tahun terbilang sukses dengan membuka usaha kuliner bakso ala cafe Pa’de Jangkung. Pa’de Jangkung alias Paiman ini menceritakan sebelum merasakan sukses seperti sekarang ini.

Mulanya Paiman berjualan bakso keliling dengan menggunakan pikulan sejak 1971. Kemudian dilanjut dengan menggunakan grobak dan ini berlangsung selama hampir 34 tahun dari 1979 sampai 2013.

Meski saat ini gerainya dikonsep seperti cafe namun cita rasa dan keaslian bakso Pa’de Jangkung tidak berubah sampai sekarang sejak pertama berjualan 1971 lalu.

“Sejak dahulu memang cita rasa bakso ini tidak berubah. Ini yang bilang pelanggan saya. Tapi untuk saat ini ada tambahan sajian, tahu kriuk dan paru goreng serta kikil,” kata pria yang kerap pakai topi mandora itu.

Pa’de Jangkung kini telah memiliki tiga gerai yang tersebar di Bogor. Dua diantaranya berlokasi di Kota Bogor Jalan Raya Bondongan, Bogor Selatan dan Jalan Sancang, Bogor Tengah. Satunya lagi, Ah Poong Sentul, Kabupeten Bogor.

Sementara itu, Ria Rusty selaku partner bisnis sekaligus owner bakso ala cafe Pa’de Jangkung menambahkan, bahwa memang salah satu ciri khas sajian bakso miliknya memang tidak berubah sejak dari dulu.

“Memang betul Pa’de ini menjaga kualitas cita rasa dan Pa’de ini menjaga agar rasanya tetap sama dari dahulu kala. Saya dari dulu sebagai pelanggan sampai menjadi entepreneurnya teman bisnisnya Pa’de, rasa bakso dan kuahnya itu tidak berubah sampai saat ini,” kata Rusty.

Menurut Rusty, rasa bakso Pa’de Jangkung ini memiliki harga yang tidak bikin kantong pengunjung bolong. Satu porsi bakso mulai dari harga Rp 18 ribu dan 21 ribu.

“Selain bakso, ada juga mie yamin bakso, soto jangkung yang ditemani dengan aneka minuman untuk pelepas dahaga dan rasa pedas,” tandasnya. (HRS)