Saat Mahasiswa Unpak Kembali Turun ke Jalan dan Duduki Balaikota Bogor

Bogor Tengah – bogorOnline.com

Ribuan mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menduduki Balaikota Bogor pada Selasa siang, 24 September 2019. Kedatangan mereka untuk menggelar aksi demo penolakan berbagai kebijakan legislasi dari DPR RI dan pemerintah saat ini.

Dalam orasinya, mahasiswa beralmamater warna ungu ini secara bergantian menyuarakan penolakan pengesahan revisi UU KPK. Selain itu, mereka menyatakan sikap menolak kebijakan legislasi lainnya, seperti RKUHAP dan RUU Pertanahan. Juga mengecam kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan Kalimantan.

Tak hanya itu, para pendemo mengecam tindakan represif dari aparat kepolisian saat aksi demo mahasiswa Unpak di sekitar depan Terminal Baranangsiang pada Jumat 20 September 2019 lalu.

Pantauan di lapangan, para mahasiswa tiba di depan Balaikota Bogor, Jalan Juanda sekira pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, dengan membawa sejumlah bendera merah putih dan berbagai spanduk serta famplet mereka long march dari kampusnya di Jalan Ciheuleut.

Setibanya, para mahasiswa sempat memblokade hingga menyisakan sedikit ruas Jalan Juanda dari mulai depan Balaikota hingga simpang Jalan Muslihat. Kepadatan arus lalu lintas kendaraan pun tak terhindarkan di kawasan tersebut.

Para pendemo mulai merangsek masuk ke halaman Balaikota sekira pukul 13.30 WIB. Aksi ini mendapat pengawalan dari sejumlah anggota Polri, TNI dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan.

Presiden Mahasiswa (Presma) Unpak, Ramdhani dalam keterangannya menilai bahwa revisi UU KPK telah melemahkan KPK dan merasa KPK tidak ada independensinya lagi setelah pengesahan di DPR.

“Pemasalahan yang terjadi bukan hanya permasalahan kelemahan KPK akan tetapi RKUHP pun disiapkan untuk kemunduran demokrasi di lndonesia. Dimana dalam isi dari RKUHP ada 10 poin yang akan menjadi permasalahan,” katanya.

Ramdhani melanjutkan, terlepas dari permasalahan dalam pelemahan KPK dan RKUHP, permasalahan yang terjadi juga di Indonesia saat ini mulai dari pembakaran hutan di Pekanbaru Riau, Sumatera dan di beberapa titik di daerah Kalimantan. Luas karhutla di Indonesia selama 2019 sendiri sesuai data KLHK sudah mencapai 328.722 hektar.

“Dari kebakaran hutan tersebut menyebabkan juga masyarakat menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) bahkan meninggal dunia. Permasalahan ini bukan hanya permasalahan yang harus ditegaskan oleh pemerintah akan tetapi harus juga memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan yang terjadi di Indonesia, sehingga tidak adanya pencemaran lingkungan,” tegasnya.

Meski berlangsung lama, aksi demo tersebut berjalan damai. Mereka meninggalkan lokasi aksi setelah perwakilan mahasiswa diterima oleh wali kota Bogor dan pimpinan DPRD Kota Bogor. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *