Sinergi dengan Semen Indonesia, SBI Capai Kinerja Positif

Jakarta – bogorOnline.com

Setelah meluncurkan Dynamix sebagai merek baru pada akhir September lalu, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk, kini gencar melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada seluruh pelanggan dan para pemangku kepentingan melalui beragam program.

Tren kinerja positif terus berlanjut terdorong oleh program-program
efisiensi dan sinergi yang terus dilakukan bersama Semen Indonesia. Sinergi dengan Semen Indonesia mendorong kenaikan pendapatan sebesar 2,23%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. EBITDA meningkat 68,82% dibanding periode yang sama tahun 2018, dan Laba sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan tercatat positif serta
meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Corporate Communications Manager
SBI, Diah Sasanawati (Anna) mengatakan, Pihaknya saat ini sedang gencar sosialisasikan merek baru Dynamix untuk memenangkan pasar. Sejak bergabung dengan Semen Indonesia pada bulan Februari 2019, meskipun pasar masih mengalami tekanan karena kelebihan pasokan, SBI terus memperbaiki kinerja keuangan perusahaan dengan memperkecil kerugian secara bertahap, hingga pada akhir September berhasil kembali mencatatkan laba.

“Sesuai data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional hingga kuartal III/2019 mengalami perlambatan -2% menjadi 48,7 juta ton. Meskipun
demikian, potensi peningkatan kebutuhan pasar terlihat pada segmen semen kantong khususnya di Jawa Barat, Yogyakarta, Sulawesi dan wilayah Timur Indonesia,” ungkap Anna melalui siaran persnya, Rabu (30/10/19).

Kinerja SBI Hingga 30 September 2019 (kuartal III/2019).


Anna memaparkan, sedangkan untuk ekspor mengalami kenaikan 15,38% menjadi 4,7 juta ton. Sinergi dengan Semen Indonesia mendorong kenaikan volume penjualan SBI
sebesar 2.27% dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 2,23% menjadi Rp7,7 triliun, dari sebelumnya Rp7,6 triliun pada periode yang sama tahun 2018.

“Laba bruto meningkat 37,71% dan EBITDA melonjak hingga 68,82%. Pencapaian ini tidak lepas dari program-program efisiensi dan sinergi yang terbukti berhasil menurunkan faktor-faktor biaya penjualan dan operasional. Biaya operasional turun 10,47% dikontribusikan oleh penurunan pada beban distribusi 3,08% dan penurunan beban penjualan 47,68%,” paparnya.

Anna melanjutkan, beragam upaya dilakukan oleh perusahaan seperti peningkatan utilisasi pabrik dan program transformasi biaya, itu mampu memberi kontribusi pada total penurunan beban pokok pendapatan sebesar 5,47%.

“Laba Sebelum Bunga dan Pajak
Penghasilan tercatat mencapai Rp665 milyar, dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun 2018,” kata dia.

Anna menambahkan, SBI juga mampu bangkit dari keterpurukan sejak tahun 2015 dan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp134 milyar jika dibandingkan kerugian yang dialami pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ke depan, SBI akan terus
fokus untuk melanjutkan tren positif ini guna terus memperbaiki kinerja keuangan dengan memperkuat fundamental operasional, serta fokus pada program-program penambahan nilai untuk konsumen baik dari produk, solusi, maupun layanan pelanggan,” tandasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *