Soal Gedung SDN Layungsari 2, Komisi IV Segera Panggil Pihak Terkait

Kota Bogor – bogorOnline.com

Kabar sebagian gedung SDN Layungsari 2 terkena dampak rencana proyek double track atau jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi akhirnya sampai ke telinga anggota DPRD Kota Bogor. Walhasil, Komisi IV yang membidangi pendidikan langsung mendatangi lokasi sekolah yang berada di Jalan Layungsari, Empang, Bogor Selatan, Kota Bogor itu pada Senin siang, 21 Oktober 2019.

Usai peninjauan, Anggota Komisi IV, Saeful Bakhri mengatakan, bahwa kedatangan dewan untuk mengetahui apakah rencana penggusuran tersebut mengganggu proses belajar mengajar.

“Kami juga ingin mengetahui skenario apa yang dimiliki sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) saat penggusuran terjadi,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Lebih lanjut kata Saeful, pihaknya mendengar juga bahwa pihak sekolah meminta agar Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan membangunkan ruang kelas baru (RKB) untuk mengganti bangunan sekolah yang terdampak. Namun, sambung Saeful, kemungkinan besar lembaga pendidikan itu hanya akan mendapat dana kerohiman.

Di sisi lain, lanjut Saeful, Disdik justru mengaku akan menganggarkan untuk pembangunan RKB pada APBD Tahun Anggaran 2020.

“Di sini pemerintah harus hati-hati. Jangan sampai terjadi double anggaran. Sebab, kan dapat dana kerohiman atau dibangunkan RKB. Sedangkan Disdik ingin menganggarkan pembangunan gedung. Kalau sudah dianggarkan pusat, dinas lebih baik menganggarkan untuk sarana penunjang belajar mengajar,” jelasnya.

Atas dasar itu, pihaknya akan memanggil Balai Perkeretaapian Jawa Barat dan Disdik agar tak terjadi kesimpangsiuran terkait penganggaran pembangunan RKB. “Pekan ini akan kami panggil supaya semuanya clear dan tidak simpang siur,” ucap politisi PPP itu.

Senada diungkapkan Anggota Komisi IV Endah Purwanti. Politisi PKS ini mengatakan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi sekolah yang terkena double track. Selain itu, Komisi IV juga ingin menanyakan kepada pihak sekolah, seperti rencana pembangunan double track, jumlah kelas dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Dari pertemuan dengan kepala sekolah ada tiga ruang kelas kemungkinan kena proyek, dan rencananya tempat tersebut akan dijadikan untuk pos. Intinya, sebelum ada kejelasan anggaran untuk pemindahan gedung dengan membangun ruang kelas baru, kita berusaha mengawalnya sehingga anak-anak tidak terbengkalai dalam KBM,” paparnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan pihak PT. KAI yang difasilitasi oleh wali kota Bogor dikarenakan hal ini urusan bersama. Dalam pertemuan itu akan dibahas mengenai keringanan agar gedung sekolah tidak langsung dibongkar pada Desember nanti.

“Jadi sampai terbangun dulu kelas baru. Insya Allah kita akan didorong paling tidak bulan November sudah ada pertemuan lanjutan dengan Disdik,” tandas Endah.

Dalam peninjauan itu tampak turut diikuti juga oleh anggota Komisi IV lainnya. Antara lain, M. Dodi Hikmawan dari PKS, Gilang Gugum Gumelar dari PPP, Fajari Aria Sugiarto dari PAN dan Said Mohamad Mohan dari Partai Gerindra. Kedatangan mereka disambut baik oleh Plt. Kepala SDN Layungsari 2, Subadri beserta jajarannya.

Seperti dikatakan sebelumnya, Subadri menginginkan adanya gedung baru sebagai pengganti gedung yang terkena proyek.

“Kalau kita ingin dibangunkan kembali gedung sekolah. Ya, 2 lantai dengan 4 ruang kelas. Di belakang ada lahan sekitar 150 meter persegi,” ungkap dia dalam kesempatan ini.

Dirinya juga sudah mempunyai langkah lain apabila gedung pengganti belum juga terbangun. Kata dia, KMB tetap berjalan dengan memaksimalkan penggunaan empat ruang kelas yang ada dengan pola pembelajaran dibagi menjadi 3 shif.

“Nanti ditambah ruang guru dan musala dijadikan ruang kelas. Tapi ini tergantung situasi nanti karena dewan juga akan mengusahakan pembongkaran untuk ditunda dulu sebelum dibangun gedung,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, saat ini total siswa SDN Layungsari 2 berjumlah 326 orang. Sedangkan di gedung yang terkena dampak proyek jalur ganda terdapat tiga ruang kelas yang digunakan oleh 150 siswa kelas 4 dan 5. Sekait ini, ia juga mengaku sudah berbicara panjang lebar dengan Kepala Disdik, Fahrudin.

“Saya sudah bicara dengan kepala dinas dan beliau memberikan lampu hijau bahwa pembangunan gedung akan dimasukan ke anggaran tahun 2020. Mungkin (pembangunan) nanti apa kerjasama dengan PT. KAI. Kita inginnya tetap ada ruang kelas lagi,” tutupnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *