PGH PARUNGPANJANG




Besok, Ratusan Siswa dan Dewan Guru SMA Negeri 1 Parungpanjang akan Long March ke Kantor Kecamatan

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Ratusan Siswa dan Dewan Guru SMA Negeri 1 Parungpanjang, akan menggelar aksi long march, esok Rabu (06/11). Titik kumpul di sekolah Jl. Raya Bunar, Desa Jagabaya Kabupaten Bogor, menuju kantor Kecamatan Parungpanjang.

Aksi tersebut merupakan sebagai bentuk protes kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Bogor terkait kejadian kecelakaan lalulintas yang menyebabkan korban bernama LN dan Bahtiar, keduanya adalah siswa SMA Negeri 1 Parungpanjang.

Salah satu Korban dikabarkan terluka parah dibagian kaki, adalah penumpang sepeda motor yaitu ln, korban terlindas truk tronton yang sedang bermuatan puluhan ton. Namun, pengemudi hanya mengalami luka ringan dan sudah menjalani pengobatan alternatif.

Hal itu dikatakan Humas SMA Negeri 1 Parungpanjang Dwi Bowo, saat ditemui. Dia mengatakan, kecelakaan lalulintas itu terjadi di Jl. Raya Sudamanik Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang pada Jum’at, (2/11) lalu, sekira pukul 11. 00 Wib, tragedi tersebut terjadi, saat keduanya usai pulang dari sekolah, hendak menuju rumahnya.

Selain itu Bowo juga menjelaskan, mulanya kejadian itu, korban (ln) saat itu hendak menuju ke arah Parungpanjang, di Tempat Kejadian, truk yang bermuatan datang dari arah yang sama. Truk tronton tersebut hendak menyalip mobil truk tronton yang sedang mogok. Kemudian sepeda motor korban tersenggol lalu korban terjatuh dan terlindas dibagian pergelangan kaki sebelah kanan dan harus diamputasi, korban yang satunya hanya mengalami luka memar-memar saja.

“Truk tronton yang datang dari arah yang sama dengan korban, menyalip kekanan, namun, karena di depan ada truk yang mogok, dan korban (siswa) masuk tersenggol lalu terjatuh dan terlindas truk tronton,” ungkap Dwi, Selasa (5/11/2019).

Bowo juga menyampaikan aksi damai dari 800 Siswa dan para Dewan Guru akan long march dengan menggunakan sepeda motor menuju kantor Kecamatan Parungpanjang ini bentuk empati kepada korban.

“Waktu saya menjenguk ke se RSUD Tangerang, dia (korban) mengatakan tidak mau sekolah lagi, kepada saya korban bilang seperti itu, korban benar-benar sangat trauma sekali,” kata dia.

“Luthfi tidak mau sekolah lagi karna malu. Makanya mungkin, besok rencana melakukan aksi damai dan doa bersama dari pukul 08.00 Wib hingga pukul 11. 00 Wib, dan akan kami vidiokan untuk dikirimkan kepada ln, agar semangat kembali,” imbuhnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *