Buntut Pilkades Cadas Ngampar, Calon Nomor Urut 2 Dilaporkan ke Polda Jabar

Sukaraja – bogorOnline.com

Pasca pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, berbuntut panjang. Pasalnya, Calon nomor urut 2 bersama timnya dilaporkan ke Direktur Pidana Umum dan Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, karena dituduh melakukan penjemputan paksa disertai intimidasi kepada warga bernama Hisam Sesar Rumana.

“Perkara penjemputan paksa disertai intimadasi kepada saudara Hisam, sudah kita laporkan kepada Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Disrekrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat,” ungkap Tim Kuasa Hukum Hisam, Anggi Triana Ismail S.H., kepada wartawan, Ahad (24/11/19).

Anggi menegaskan, laporan tersebut dibuat pada Kamis 21 November pekan lalu dengan Nomor B/1.222/XI/2019, Disreskrimum dan LP Nomor B/1.223/XI/2019, Direskrimsus.

“Kenapa harus ada dua laporan yang kami buat ?, karena dalam kasus yang dialami Hisam itu, terlapor yang masih diselidik penyidik Polda Jawa Barat. Dari hasil analisa disertai bukti yang kita dapatkan sudah menyebarkan video tentang dugaan intimidasi kepada Hisam di grup whatsApp,” ujarnya.

Anggi menjelaskan, penyebaran video melalui media sosial itu penanganan dan jeratan pasalnya berbeda, yakni menggunakan pasal-pasal yang ada di Undang-undang Nomor 19/2016 Perubahan atas Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Perkara yang menimpa Hisam itu, konteks laporannya bukan lagi terkait pelaksanaan Pilkades Cadang Ngampar, tapi lebih fokus pada tindakan pidana yang dilakukan terlapor, yakni calon nomor urut 2 Lilis Saodah dan rekan-rekannya, karena mereka telah menjemput paksa serta mengintimidasi Hisam,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan Hisam, kata Anggi, dugaan adanya intimidasi dilakukan didalam sebuah mobil, lokasinya di Kampung Sirung Bungur Nomor 17 RT06/02, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang.

“Kejadinya pada hari Selasa, 5 November 2019, sekitar pukul 23 : 00 WIB,” ungkapnya.

Sementara itu, Lilis Soadah, sebagai terlapor dikonfirmasi wartawan mengaku belum tahun dirinya bersama sejumlah rekannya dilaporkan ke Polda Jawa Barat.

“Saya belum tahu tuh dilaporkan, namun saya siap menghadapi semua proses dan sebagai warga negara yang baik saya akan bersikap kooperatif kepada penyidik,” katanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Ketika ditanya soal penculikan, Lilis membantahnya, bahkan dengan tegas Lilis menerangkan, timnya hanya menjemput pelapor di rumahnya, tujuannya untuk mencari kebenaran atas dugaan kecurangan Pilkades Cadas Ngampar.

“Saat tim menjemput pelapor (Hisam-red), sudah minta izin kepada RT setempat. Kami membawa Hisam, untuk mencari kebenaran saja, karena temuan di lapangan, pelapor terindikasi sebagai joki yang datang ke TPS, akan tetapi mencoblos atas nama orang lain,” tukasnya. (*/Nai)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *