by

ROBOHNYA JEMBATAN GERENDONG RUMPIN, JANGAN SALAHKAN ALAM!

RUMPIN – bogorOnline.com

Terkait robohnya Jembatan Gerendong yang menghubungkan antara dua wilayah di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor pada Jumat (5/12) lalu.

Konsultan Pengawas PT Kriyasa Abdi Nusantara teknik, Dody Achdi Suhada mengatakan, tiba-tiba hujan turun, padahal hanya satu hari saja, kalau saya bilang itu berarti ada Force Majure, kesalahan kontruksi. Tidak bisa alam yang disalahkan secara mendetail.

“Kalau ada kesalahannya dari Force Majure, enggak bisa alam yang disalahkan secara mendetail. Setiap hari dalam sepuluh hari misalnya, setiap hari hujan dengan debit air yang sama boleh dia mengklaim force majure, tapi kalau saya lihat disini adalah ada suatu struktur yang dia salah kerjakan, dia salah lakukan,” ungkap Dody, Ahad (8/12/2019).

Dody melanjutkan, bongkar gambar kerjaannya, mana gambar hitungannya kontruksinya, mana gambar momennya pasti ada semua. Kalau dia menyalahi dari momen yang dibuat, kita salahkan pihak kontraktor, saya yakin itu ada kesalahan pada kontruksi di pondasi awalnya.

“Tanah yang seharusnya keringnya beberapa persen, mungkin dihajar duluan, akhirnya ada ruang atau rongga yang kosong, akhirnya air masuk kedalam kontruksi tanah tersebut dan terbawa arus,” tuturnya.

Jembatan Gerendong Rumpin sebelum Roboh

Masih kata Dody, kita lihat juga jembatan yang disampingnya, ikut rubuh apa tidak, kenyataan nya enggak kan. Berarti lebih pintar orang dulu dengan orang sekarang.

“Berarti lebih pintar kontraktor dulu daripada kontraktor sekarang. Kalau kontraktor itu 1 + 1 ekstap 2, mungkin ada sesuatu yang ia lakukan dalam suatu kontruksi, itu mempengaruhi suatu pekerjaan kedepan,” tukasnya.

Dody menambahkan, jangan sampai Pemerintah memberi anggaran tambahan kepada kontraktor, itu suatu kebodohan kontraktor, kalau dia bilang itu kesalahan force majure, itu tidak bisa, force majure tidak bisa disalahkan, alam tidak bisa disalahkan 100 persen, tidak bisa. Kecuali bangunannya itu apa, metode kerjanya dulu seperti apa, apakah memang harus dikaji bebannya dulu, saya lihat digambarnya tidak ada.

“Bajanya kan, ujung-ujung dibereskan belum kontruksinya secara menyeluruh, karena pemadatan tanah pengaruh juga, udah dikerjakan dengan baik, dan diameternya berapa, itu pasti ada itung-itungan,” tegasnya.

“Saya sebagai konsultan, yu kita buka buku itungannya seperti apa, baru bisa menyalahkan alam, meyalahkan manusia,” imbuhnya menandas. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed