by

Bantu Cegah Covid-19, Pelanggan Tirta Pakuan Catat Meter Mandiri

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Antisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid–19) atau virus corona menjadi prioritas Perusahan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor belakangan ini. Bukan hanya terfokus di lingkungan kantor, manajemen juga mengutamakan kesehatan para petugas di lapangan, terutama para Pembaca Meter (PM).

Rencananya, Tirta Pakuan menangguhkan kegiatan pencatatan meter air di rumah-rumah pelanggan pada periode 2 sampai dengan 20 April 2020.

Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Sonny Hendarwan mengatakan, upaya ini sebagai langkah antisipatif merebaknya virus corona dari pencatatan meter air.

“Kami mendukung langkah pemerintah untuk mengintensifkan gerakan physical distancing atau jaga jarak fisik antar manusia. Salah satunya menunda kegiatan pencatatan meter hingga kondisi normal kembali,” ujar Sonny Hendarwan, belum lama ini.

Menurutnya, sangat riskan mengutus petugas membaca angka meter air di rumah-rumah pelanggan. Karena penangguhan ini, Sonny mengimbau masyarakat untuk melaksanakan pencatatan meter secara mandiri. Mengutip tagline yang sedang viral #DiRumahSaja.

“Pembacaan meter secara mandiri dari rumah sendiri akan jauh lebih baik untuk saat ini,” paparnya.

Lantas bagaimana cara mencatat meter mandiri? Sonny menjelaskan, pelanggan bisa melaporkan angka stand meter pada meter air di rumah dan bangunan masing-masing.

Pelanggan dapat melaporkan foto angka stand meter melalui aplikasi WhatsApp dengan format “nomor pelanggan (delapan digit)/angka meter (warna hitam saja)/pelapor”. Kemudian laporkan ke nomor-nomor petugas sesuai domisili tempat tinggal pelanggan.

“Untuk wilayah Kecamatan Bogor Timur dan Selatan silakan kirim ke nomor 081585396796, Bogor Tengah dan Utara ke nomor 081585396848, Bogor Barat ke 081585396873 dan Tanah Sareal ke 081585396858,” papar Sonny.

Bagi pelanggan yang berdomisili di perbatasan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Sonny mempersilakan lapor menggunakan wilayah domisili kecamatan terdekat.

Mantan kepala Satuan Perangkat Intern (SPI) PDAM Kota Bogor ini menyebut, pencatatan meter mandiri ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap pencegahan sebaran Covid-19 di Kota Bogor.

“Penangguhan ini tidak selamanya, hanya sampai kondusi dinyatakan aman oleh pemerintah. Jika sudah aman, temen-temen PM akan kembali mencatat angka meter ke rumah-rumah pelanggan,” tutup Sonny. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed