Pelanggar PSBB di Kota Bogor Bisa Kena Sanksi Pidana dan Denda

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) di wilayahnya pada Rabu (15/4/2020) pukul 00.00 WIB.

Rencananya, PSBB akan berlaku selama 14 hari kedepan atau hingga 29 April 2020. Selama PSBB berlaku ada beberapa pembatasan kegiatan sesuai dengan ketentuan, namun ada juga kegiatan yang dikecualikan masih diperbolehkan berjalan seperti biasanya.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kota Bogor, Alma Wiranta menyampaikan, terkait sanksi pidana yang akan diterapkan di Kota Bogor dalam pelaksanaan PSBB, berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang didalamnya termasuk PSBB, sebagaimana di Pasal 92 dan 93 dapat menjerat bagi masyarakat yang tidak patuh.

“Dalam pasal 93 berbunyi setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan wilayah sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, diancam pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta,” terangnya.

Selain pidana itu, lanjut Alma, ada juga tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di Pasal 212, 216 dan 218 yang ketentuan tersebut mengatur setiap orang yang tidak patuh dengan peraturan untuk tetap berkerumun setelah ada perintah untuk membubarkan diri, maka dapat ditindak dengan Tipiring berupa denda.

“Jika pelakunya adalah badan usaha yang dilarang untuk berkegiatan maka dapat dijatuhi pencabutan ijin usahanya,” imbuh Alma.

Alma juga menambahkan, bahwa pengaturan saksi yang akan diterapkan di Kota Bogor dalam pelaksanaan PSBB ini dimuat dalam Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 30 Tahun 2020.

“Terhadap payung hukum pengaturan sanksi tersebut kami masukkan pengaturannya di Perwali tentang Pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Nomor 30 tanggal 13 April 2020,” tandasnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *