by

Kelurahan Gunung Batu dan Empang Sudah Distribusikan Bansos

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Bantuan Sosial (Bansos) yang berasal dari pemerintah pusat, Provinsi maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah diterima warga yang berada di kelurahan, diantaranya Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat dan Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan.

Seperti yang diungkapkan Lurah Gunung Batu, Supyawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/05/2020).

Berdasarkan rekapitulasi jumlah data penerima bantuan yang dimiliki Kelurahan Gunung Batu, dari data 1900 KPM yang sudah menerima dari APBN sebanyak 1805 KPM, untuk APBD 244 KPM dari 262 KPM, PKH sebanyak 359 KPM, BPNT sebanyak 294 KPM, Kartu Sembako/BNI sebanyak 310 dari 356 KPM dan bantuan Gubernur sebanyak 58 dari 93 KPM.

“Sisanya kami kembalikan. Itu adalah laporan sementara yang sudah kami distribusikan, diharapkan ada bantuan lain ke depan karena masih ada yang belum tersentuh bantuan. Namun demikian kami mencoba melaksanakan inovasi bersama masyarakat dan pihak lain yang peduli, diantara warung sembako shodaqoh gratis. Setiap hari mampu terkumpul 60-70 bungkus, prinsipnya dari warga dan untuk warga,” kata Supyawan di kantornya.

Menurut Supyawan, sebanyak 90 persen bantuan yang diperolehnya telah didistribusikan kepada masyarakat dengan bantuan RT dan RW.

Untuk itu ia mengapresiasi kekompakan jajaran RT dan RW di Kelurahan Gunung Batu yang mengawal sejak awal pendataan hingga penerimaan bantuan tersalurkan secara merata. Kelurahan Gunung Batu terdiri dari 14 ribu warga, 5.000 an KK yang terbagi dalam 66 RT dan 14 RW.

Sementara itu, Lurah Empang, Harry menerangkan, warga DTKS Kelurahan Empang yang sudah terintervensi bantuan sosial (Bansos) sebanyak 70 persen dan khusus data non DTKS atau warga miskin baru yang terdampak Covid-19 yang sudah terintervensi bansos sebanyak 60 persen. Pihaknya berharap kekurangan yang ada segera dapat terintervensi.

Dinamika data warga menurut Harry menjadi kendala tersendiri, namun saat ini mulai teratasi. Peran RT dan RW menjadi salah satu cara mengatasi kendala yang ditemui, khususnya terkait data.

“Alhamdulillah koordinasi kami berjalan kondusif dan lancar,” ujar Harry.

Pendistribusian bansos yang diberikan, sebelumnya dilakukan verifikasi guna menghindari warga yang menerima dua bansos atau ganda.

Tidak jauh berbeda dengan inovasi yang dijalankan Kelurahan Gunung Batu, untuk menyiasati warga yang belum terintervensi bansos, pihaknya berinovasi melalui program lumbung pangan dengan mengajak sektor swasta dan masyarakat.

“Alhamdulillah kita mampu membuat 750 paket dan 600 diantaranya sudah didistribusikan kepada warga,” kata Harry.

Di Kelurahan Empang, total warga terdampak DTKS dan Non DTKS berjumlah lebih 2.000 lebih KK dengan rincian DTKS berjumlah 802 jiwa dan warga terdampak pandemi atau non dtks 1484 jiwa.

Sementara untuk data penerima bansos, tengah dipersiapkan untuk di publikasikan di masing-masing kelurahan. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed